Hati-hati, 4 Makanan Ini Bisa Memicu Radang Usus Buntu!

Ririn Indriani

Senin, 28 November 2016 | 19:55 WIB
Hati-hati, 4 Makanan Ini Bisa Memicu Radang Usus Buntu!
Ilustrasi cabai. (Shutterstock)

Suara.com - Meskipun makanan tidak dapat benar-benar menyebabkan atau memicu radang usus buntu, tetapi ada makanan tertentu yang dapat memperburuk masalah usus buntu.

Jika seseorang telah mengalami penyakit usus buntu, maka hanya sedikit yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Dan ketika usus buntu pecah akibat peradangan, maka bisa menyebabkan situasi yang mengancam jiwa.

Penyebab peradangan usus buntu adalah penyumbatan pada usus buntu. Kondisi ini dapat terjadi di usia berapapun, namun seringkali terjadi pada usia 10-30 tahun. Untuk meminimalisir kondisi ini, mari kita lihat beberapa makanan penyebab usus buntu yang dihimpun oleh hellosehat.com.

1. Makanan Pedas
Meskipun makanan pedas dapat membuat sumbatan yang menyebabkan radang usus buntu, namun sebenarnya makanan pedas bukanlah masalah utama yang menyebabkan kondisi tersebut. Bagaimanapun, makanan pedas dapat menyebabkan kondisi lain yang dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan mungkin menyerupai gejala awal penyakit usus buntu.

Makan makanan pedas seperti cabai, paprika pedas, atau saus dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini dapat menyebabkan rasa sakit parah di daerah antara tulang dada dan pusar, disertai dengan mual.

Rasa sakit dapat menjadi sangat tidak nyaman, yang mungkin sulit dibedakan dengan gejala usus buntu. Jika Anda menduga bahwa itu adalah kondisi usus buntu, maka carilah bantuan medis segera.

Kondisi usus buntu tidak akan hilang dengan sendirinya kecuali ada bantuan perawatan medis. Jika Anda rentan terhadap gangguan pencernaan yang menyakitkan setelah makan makanan pedas, maka Anda harus membatasi kuantitas dan frekuensi konsumsi makanan tersebut.

2. Popcorn
Seperti yang kita ketahui, makanan yang tersumbat adalah salah satu penyebab radang usus buntu. Potongan kecil makanan dapat memblokir permukaan rongga yang membentang di sepanjang usus buntu, dan itu dapat mengakibatkan pembengkakan dan pembentukan nanah.

Potongan kecil makanan yang menyumbat permukaan akan membuat bakteri terbentuk di dalam usus buntu. Jika tidak diobati, radang akan menyebabkan usus buntu pecah dan menyebarkan bakteri ke seluruh tubuh.

Dalam hal yang berkaitan dengan popcorn, Anda bisa saja menelan biji popcorn secara tidak sengaja, dan membuat biji tersebut mencapai permukaan rongga yang membentang di sepanjang usus buntu Anda. Dan itu dapat menyebabkan usus buntu, meskipun hal ini kurang umum terjadi.

Selain biji popcorn, popcorn yang belum dikunyah secara menyeluruh juga dapat menyebabkan penyumbatan, yang mengarah ke radang usus buntu.

3. Makanan rendah serat
Meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, yang tinggi karbohidrat dan rendah serat dapat meningkatkan kontribusi dalam peningkatan kasus radang usus buntu.

Dalam studi kasus terkontrol di Yunani yang bertujuan untuk menyelidiki peran serat dan pengaruhnya pada usus buntu, peneliti melibatkan 203 anak yang telah terbukti secara riwayat keluarga mengalami radang usus buntu, dan 1922 anak yang tidak memiliki riwayat radang usus buntu.

Studi ini menekankan bahwa anak-anak dengan radang usus buntu memiliki asupan serat yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memilikinya.

Dalam studi kasus terkontrol lainnya yang dilakukan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa anak-anak yang memiliki persentase asupan serat lebih dari 50 persen memiliki risiko 30 persen lebih rendah terkena radang usus buntu, ketimbang yang asupan seratnya rendah.

Selain itu, konsumsi gula dan makanan manis yang besar dapat menyebabkan sembelit dan meningkatkan pemaparan infeksi, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit usus buntu.

4. Daging
Sistiserkosis (penyakit yang disebabkan oleh cacing pita pada babi) dan Taeniasis (penyakit akibat cacing pita dari sapi dan babi) terus menjadi masalah kesehatan utama di negara-negara berkembang. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa terinfeksi akibat mengonsumsi telur dari spesies Taenia (cacing pita) pada daging (terutama daging babi dan sapi).

Meskipun kasus ini jarang dilaporkan, namun ada satu kasus yang telah diketahui para peneliti. Terjadi di Nepal, seorang perempuan berusia 38 tahun mengeluh nyeri akut pada perut. Setelah dioperasi dan didiagnosis, ia menderita radang usus buntu gangren akibat mengonsumsi daging yang mengandung telur cacing pita.

Oleh karena itu, daging juga bisa jadi salah satu penyebab usus buntu, meskipun hanya sebagai perantara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Gejalanya Bila Terkena Radang Usus Buntu

Ini Gejalanya Bila Terkena Radang Usus Buntu

Health | Kamis, 23 Juni 2016 | 15:10 WIB

Kurang Minum Ternyata Bisa Memicu Radang Usus Buntu

Kurang Minum Ternyata Bisa Memicu Radang Usus Buntu

Health | Rabu, 22 Juni 2016 | 07:37 WIB

Terkini

Pajak Dibayar, BBM Mahal, Jalan Masih Rusak: Rakyat Wajar Bertanya

Pajak Dibayar, BBM Mahal, Jalan Masih Rusak: Rakyat Wajar Bertanya

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Cara Mengeringkan Wajah Setelah Cuci Muka yang Benar, Jangan Asal Gosok Handuk

Cara Mengeringkan Wajah Setelah Cuci Muka yang Benar, Jangan Asal Gosok Handuk

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Pilihan Mobil Listrik Mungil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 100 Jutaan

Pilihan Mobil Listrik Mungil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 100 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:52 WIB

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

×