Penyelam Berisiko Alami Kerusakan Gigi

Dythia Novianty | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 24 Desember 2016 | 12:35 WIB
Penyelam Berisiko Alami Kerusakan Gigi
Ilustrasi menyelam. (Shutterstock)

Suara.com - Ada beberapa cara menikmati alam bawah laut, salah satunya melalui teknik scuba diving. Scuba sendiri merupakan kependekan dari Self Contained Underwater Breathing Apparatus, yang berarti menyelam dengan peralatan oksigen.

Penyelam akan bernapas menggunakan selang dalam kedalaman beberapa meter, sehingga dirinya harus benar-benar menguasai penggunaan alat bantu napas selama berada di dalam air.

Nah, jika Anda berniat menyelam dengan teknik scuba diving, Anda harus mewaspadai risiko nyeri di bagian gigi. Pasalnya, tekanan atmosfer di bawah air yang cukup tinggi dapat meningkatkan risiko tambalan gigi rusak dan mahkota gigi menjadi longgar.

"Penyelam harus konsultasikan kondisi gigi ke dokter sebelum mereka melakukan penyelaman ke dasar laut. Terutama bagi mereka yang baru mendapat perawatan gigi," ujar peneliti Vinisha Ranna dari University at Buffalo di New York.

Ranna mengatakan, penelitian ini dilakukannya karena melihat tren masalah pada gigi yang diidap para penyelam scuba diving. Setelah ditelusuri, gangguan pada rongga mulut ini juga bisa meningkatkan risiko penyelam mengalami cedera saat berada di bawah laut.

"Mengingat regulator pasokan udara berpusat di mulut, setiap gangguan pada rongga mulut berpotensi meningkatkan risiko penyelam mengalami cedera," tambahnya.

Temuan yang dipublikasikan dalam British Dental Journal ini dikumpulkan dari hasil wawancara terhadap 100 penyelam bersertifikat.

Dari 41 peserta yang melaporkan gangguan gigi, 42 persen peserta mengalami sensasi nyeri di gigi mereka, 24 persen mengalami nyeri saat menggigit pengatur udara di mulut mereka terlalu erat dan 22 persen melaporkan nyeri rahang. 5 persen lainnya mengaku bahwa mahkota gigi mereka terasa kendor, sedangkan 1 persen lainnya merasa bahwa tambalan giginya lepas.

"Potensi kerusakan gigi jarang dikhawatirkan oleh para penyelam. Tapi fakta di lapangan, banyak penyelam yang mengeluhkan kondisi gigi usai menyelam," pungkas dia. [Zeenews]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Srikandi Diver, Mengenal Laut Lebih Dalam

Srikandi Diver, Mengenal Laut Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Desember 2016 | 09:31 WIB

Keren, Raja Ampat Masuk 10 Lokasi Menyelam Terindah Dunia!

Keren, Raja Ampat Masuk 10 Lokasi Menyelam Terindah Dunia!

Lifestyle | Selasa, 01 November 2016 | 19:54 WIB

Lima Bahan Alami Ini Bisa Redakan Sakit Gigi

Lima Bahan Alami Ini Bisa Redakan Sakit Gigi

Health | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:15 WIB

Gandrung Menyelam, Ini Alasan Davina Veronica

Gandrung Menyelam, Ini Alasan Davina Veronica

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2016 | 07:07 WIB

Masalah Gigi Mengintai Saat Lebaran, Ini Cara Mengatasinya

Masalah Gigi Mengintai Saat Lebaran, Ini Cara Mengatasinya

| Selasa, 05 Juli 2016 | 19:57 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB