Tidur Cukup Tapi Masih Ngantuk? Mungkin Ini Penyebabnya

Ririn Indriani

Selasa, 03 Januari 2017 | 16:10 WIB
Tidur Cukup Tapi Masih Ngantuk? Mungkin Ini Penyebabnya
Ilustrasi kurang tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap orang perlu tidur, tetapi tidak semua orang membutuhkan waktu yang sama untuk mengistirahatkan badannya agar kembali bugar esok harinya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7 sampai 8 jam. Namun, ada sebagian orang yang masih saja bangun kesiangan atau tidur berlebihan walaupun sudah tidur pada jam normal, bahkan tidurnya bisa lebih dari 9 jam.

Menurut studi yang dilakukan pada tahun 2013, presentase orang Amerika yang oversleeping (tidur berlebihan) meningkat dari 27 ke 37 persen dari tahun 1985-2007. Jika Anda sering mengalami tidur berlebihan, berikut ini beberapa penyebab yang mungkin bisa menjelaskan kondisi Anda yang dihimpun Meet Doctor.

Hipersomnia
Menurut American Sleep Association, hipersomnia adalah ketika seseorang menunjukkan tanda-tanda kantuk yang berlebihan, terlihat seperti orang yang kurang tidur dan bisa tertidur kapan saja, karena pikiran mereka yang selalu diselimuti rasa kantuk dan keinginan untuk tidur. Bahkan yang lebih ekstrem, walaupun penderita hipersomnia sudah tidur lebih dari 12 jam semalam, tetap saja merasa perlu tidur di siang harinya.

Hipersomnia dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipersomnia primer dan sekunder. Hipersomnia sekunder, merupakan jenis hipersomnia yang paling umum.

Hipersomnia jenis ini dapat disebabkan karena depresi, obesitas, epilepsi, atau sklerosis multipel (ganda). Sedangkan hipersomnia primer, penyebabnya dapat dikaitkan dengan gangguan genetik seperti myotonic dystrophy, sindrom Prader-Willi dan penyakit Norrie.

Obstructive Sleep Apnea
Menurut National Library of Medicine, obstructive sleep apnea (OSA) adalah kondisi dimana seseorang yang tidak mendapatkan udara yang cukup saat sedang tidur atau dalam kata lain, terhentinya napas untuk beberapa saat selama tidur.  

OSA terjadi pada saat saluran napas bagian atas tertutup sementara upaya bernapas tetap berlanjut. Hal inilah yang menyebabkan penderita OSA secara berkala terbangun saat malam hari sehingga tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Akibatnya yaitu rasa mengantuk yang berlebihan pada saat siang hari. Penderita OSA tidak bisa tidur dalam siklus normal, karena mereka membutuhkan waktu tidur yang lebih lama.

Hal inilah yang menyebabkan mereka selalu bangun kesiangan meskipun sudah tidur selama 7 sampai 8 jam.

Alkohol
Menurut Huffington Post, orang yang mengonsumsi beberapa minuman beralkohol sebelum tidur cenderung akan tidur lebih lama dari mereka yang tidur pada jam normal. Hal ini terjadi karena alkohol mempengaruhi siklus tidur dan menciptakan keinginan untuk tidur dalam waktu yang cukup lama.

Penelitian yang dilakukan oleh National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism telah menunjukkan bahwa meminum minuman beralkohol beberapa jam sebelum tidur dapat menyebabkan tidur kita menjadi tidak teratur. Bahkan bisa berdampak pada kualitas tidur yang buruk dan juga insomnia.

Alkohol bisa membuat Anda terbangun sepanjang malam dan tidur di saat siang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Alasan Tidur Telanjang Baik untuk Kesehatan

Lima Alasan Tidur Telanjang Baik untuk Kesehatan

Health | Kamis, 22 Desember 2016 | 07:05 WIB

Hati-Hati, Binatang Kecil Ini Senang Menyelinap di Kasur

Hati-Hati, Binatang Kecil Ini Senang Menyelinap di Kasur

Lifestyle | Jum'at, 16 Desember 2016 | 20:00 WIB

Ini yang Terjadi Jika Pakai Lensa Kontak saat Tidur

Ini yang Terjadi Jika Pakai Lensa Kontak saat Tidur

Health | Rabu, 30 November 2016 | 17:02 WIB

Terkini

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:19 WIB

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

×