Hati-hati, Vape Bisa Meningkatkan Risiko Stroke!

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Sabtu, 25 Februari 2017 | 14:40 WIB
Hati-hati, Vape Bisa Meningkatkan Risiko Stroke!
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - Kita mungkin berpikir bahwa rokok elektrik yang populer juga dengan sebutan vape merupakan rokok yang paling aman. Namun, sebuah penelitian baru mengatakan bahwa seorang vaper lebih tinggi risikonya terkena stroke dibanding mereka yang merokok tembakau.

Dalam sebuah penelitian yang menggunakan tikus, rokok elektrik dapat meningkatkan risiko pembekuan darah yang mematikan dengan cara merusak otak. Sehingga para ahli menyimpulkan bahwa rokok elektrik tidak aman.

Para peneliti dari Texas Tech University mempresentasikan penelitian mereka dengan memperlihatkan tikus yang terekspos baik uap rokok elektrik maupun asap dari rokok tembakau.

Tikus tersebut diteliti setelah 10 dan 30 hari untuk penelitian hingga kemudian dipresentasikan di depan American Heart Association's International Stroke Confrence in Houston. Hasil tes menunjukkan merokok elektrik secara regular dapat mengurangi jumlah glukosa dalam otak, yang merupakan bahan bakar untuk meningkatkan neuron.

Kandungan uap dalam rokok elektrik juga membuat juga menyebabkan kerusakan bahan kimia penting bagi pembekuan yang dapat membuat pendarahan otak lebih mungkin terjadi.

"Paparan rokok elektrik menurunkan daya penyerapan glukosa di otak yang merupakan bahan bakar bagi akti fitas otak. Dalam sebuah studi pada tikus, paparan bahan kimia yang terkandung dalam rokok elektrik meningkatkan risiko pembekuan darah yang mematikan," ucap Ali Ehsan Sifat, salah satu tim peneliti dilansir laman Daily Mail.

Hasilnya, baik terpapar uap rokok elektrik maupun asap rokok tembakan selama 30 hari secara signifikan dapat mengganggu tingkat sirkulasi enzim yang diperlukan untuk mencegah pembekuan darah. Hal tersebut berpotensi untuk meningkatkan risiko stroke dan memperburuk cedera otak sekunder.

Sebelumnya, rokok elektrik dianggap sebagai cara merokok yang lebih aman dan kurang beracun dibanding rokok tembakau.

Para peneliti dari University College London juga menemukan data bahwa orang yang beralih dari tembakau ke rokok elektrik berkurang kadar racun penyebab kanker dalam tubuh mereka hingga 97,5 persen dalam enam bulan.

Rokok elektrik kini menjadi perhatian khusus dari segi kesehatan karena telah menjadi gaya hidup baru di kalangan masyarakat khusunya kawula muda.

Rokok elektrik juga dipercaya dapat membantu para perokok untuk merubah kebiasaan dan beralih bahkan berhenti dari kebiasaan merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Vape Jauh Lebih Aman dari Rokok Biasa

Studi: Vape Jauh Lebih Aman dari Rokok Biasa

Health | Rabu, 08 Februari 2017 | 18:35 WIB

Awas! Vape Juga Bisa Sebabkan Kanker

Awas! Vape Juga Bisa Sebabkan Kanker

Health | Selasa, 31 Januari 2017 | 08:10 WIB

Awas, Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok Biasa

Awas, Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok Biasa

Health | Selasa, 31 Maret 2015 | 05:57 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB