PERDOSSI Ajak Masyarakat Lawan Penyakit Neuropati

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Minggu, 26 Maret 2017 | 11:08 WIB
PERDOSSI Ajak Masyarakat Lawan Penyakit Neuropati
Bergerak Bersama #LawanNeuropati di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/3/2017). [Suara.com/Dinda Rachmawati]

Suara.com - Neuropati merupakan kerusakan atau penyakit yang mempengaruhi saraf, sehingga menyebabkan terganggunya sensasi, gerak dan fungsi organ.

Karenanya, penderita neuropati akan sering merasakan beberapa gejala seperti keram, kebas, kesemutan hingga baal (tidak merasakan apa-apa) pada beberapa bagian tubuh, khususnya tangan kaki.

"Lama-lama bisa terjadi kelumpuhan. Penyebabnya macam-macam, bisa karena komplikasi penyakit terutama diabetes, gaya hidup sehari-hari dalam bentuk aktivitas berulang, keracunan, atau terperangkap sarafnya," jelas Konsultan Neurologis, Prof. Dr. dr, Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S dalam acara 'Bergerak Bersama #LawanNeuropati di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/3/2017).

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menyepelekan gejala dari neuropati sehingga deteksi dini penyakit tersebut tidak terjangkau dengan baik.

Untuk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini, Perhimpunan Dokter aspesialis Saraf Seluruh Indonesia (PERDOSSI) dan perusahaan sains Merck, menggelar fun walk Bergerak Bersama #LawanNeuropati, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Menurut Prof. Dr. dr, Moh Hasan, kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian acara Neurology Exhibition Workshop and Symposium (Jaknews 2017) ini sangat penting karena menunjukkan sinergi dan ajakan bagi semua pihak untuk bersama dalam menggaungkan upaya pencegahan neuropati.

"Saat ini, banyak penderita neuropati yang berusia muda. Oleh karena itu, deteksi dini cukup penting dilakukan untuk mengetahui lebih awal terjadinya penyakit, agar penyakit tersebut bisa dicegah. Karenanya, kami dari Kementrian Kesehatan, sebagai regulator tidak bisa bekerja sendirian. Kita butuh semuanya bergabung untuk membangun awareness," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Lily Sriwahyuni Sulityowati dalam kesempatan yang sama.

Neuropati sendiri, kata Dr Ahmad Yanuar, SpS, spesialis saraf dari RSCM, dapat dicegah dengan memperbaiki gaya hidup dengan gizi seimbang, olahraga teratur, iatirahat yang cukup untuk regenerasi sel saraf dan konsumsi vitamin neutropik satu kali sehari sejak dini secara teratur.

baca juga

Dalam acara ini, lebih dari 5.000 orang yang terdiri dari dokter, pasien dan masyarakat umum, bergerak bersama melawan neuropati dengan melakukan funwalk dan Neuromove, yakni gerakan olahraga yang didesain seacara khusus untuk mengaktifkan sel syaraf.

Tak hanya itu, masyarakat juga difasilitasi untuk mendeteksi kesehatan sarafnya, melalui 25 booth Neuropathy Chek Point yang berlangsung sepanjang acara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senam Neuromove Bersama 10.000 Warga DKI

Senam Neuromove Bersama 10.000 Warga DKI

Press Release | Selasa, 17 Mei 2016 | 08:23 WIB

Latihan Fisik Ini Bisa Cegah Kerusakan Saraf

Latihan Fisik Ini Bisa Cegah Kerusakan Saraf

Health | Kamis, 28 April 2016 | 16:07 WIB

Hati-hati, Neuropati Bisa Sebabkan Impotensi

Hati-hati, Neuropati Bisa Sebabkan Impotensi

Health | Kamis, 28 April 2016 | 07:47 WIB

Awas, Jarang Bergerak Bisa Akibatkan Kerusakan Saraf

Awas, Jarang Bergerak Bisa Akibatkan Kerusakan Saraf

Health | Kamis, 05 Juni 2014 | 15:05 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB