Gaya Hidup Modern Bisa Ganggu Pasien Bipolar

Yazir Farouk, Risna Halidi

Kamis, 30 Maret 2017 | 21:27 WIB
Gaya Hidup Modern Bisa Ganggu Pasien Bipolar
Ilustrasi bipolar (shutterstock)

Suara.com - Memperingati Hari Bipolar Sedunia yang jatuh setiap 31 Maret, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta atau PDSKJI Jaya mengadakan sebuah media seminar yang mengangkat tema tentang Gangguan Bipolar VS Gaya Hidup Modern. Dalam seminar itu disebutkan, gaya hidup modern yang berlebihan atau bahkan cenderung buruk dapat memberikan pengaruh negatif kepada pasien dengan gangguan bipolar.

Perilaku konsumtif, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan peningkatan perilaku impulsif menjadi beberapa hal yang dikhawatirkan dapat dilakukan oleh pasien bipolar karena gaya hidup modern.

Bipolar sendiri merupakan suatu gangguan pada alam perasaan yang pada episode waktu tertentu timbul dalam bentuk suasana hati depresi atau justru kebalikannya, yaitu manik atau hipomanik.

"Kadang-kadang juga terjadi episode campuran. Namun 80 persen hingga 90 persen dapat diobati dengan efektif. Mereka bisa mencapai kehidupan yang optimal dengan obat, terapi dan dukungan dari kehidupan sekitar," kata Kepala Departemen Psikiatri RSCM, Agung Kusumawardani.

Agung juga menjelaskan, meski belum ada penelitian yang mengatakan bahwa gangguan bipolar terkait dengan gen, namun 60 persen sampai 65 persen pasien gangguan bipolar memili riwayat keluarga.

"Dan lebih banyak pada kelompok dengan tingkat edukasi dan sosio-ekonomi tinggi," ujarnya.

Edukasi, deteksi dini, diagnosis tepat dan terapi optimal merupakan beberapa cara agar pasien gangguan bipolar dapat memperbaiki kualitas hidup mereka.

Dalam seminar yang sama, Psikiater Departemen Kesehatan Jiwa Masyarakat, RSJ Dr. Soeharto Heerdjan, Grogol, Dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ (K) memaparkan mengenai kesehatan jiwa warga yang tinggal pada setting perkotaan.

Dia menjelaskan mengenai beberapa faktor risiko gangguan jiwa menjadi lebih rentan pada setting perkotaan. "Contohnya, hidup di kota yang tidak ramah manusia, keadaan kota yang macet, faktor kemiskinan, kesenjangan sosial, kompetisi tidak sehat, budaya instan dan populasi yang begitu padat," ujarnya.

baca juga

Nova menambahkan, kegiatan seperti pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 ini juga telah meningkatkan level stres dalam keseharian hidup warga Jakarta dalam beberapa bulan terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Keinginan Bunuh Diri, Waspadai Bipolar!

Ada Keinginan Bunuh Diri, Waspadai Bipolar!

Health | Sabtu, 04 Maret 2017 | 16:11 WIB

Pasien Gangguan Bipolar Rentan Bunuh Diri

Pasien Gangguan Bipolar Rentan Bunuh Diri

Health | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:15 WIB

Hati-hati, Anak Juga Bisa Alami Gangguan Bipolar

Hati-hati, Anak Juga Bisa Alami Gangguan Bipolar

Health | Kamis, 20 Agustus 2015 | 18:20 WIB

Hati-hati, Penulis Rentan Alami Gangguan Bipolar

Hati-hati, Penulis Rentan Alami Gangguan Bipolar

Health | Rabu, 19 Agustus 2015 | 21:15 WIB

Waspadai Peningkatan Libido Pada Penderita Gangguan Bipolar

Waspadai Peningkatan Libido Pada Penderita Gangguan Bipolar

Health | Rabu, 19 Agustus 2015 | 18:44 WIB

Psikiater: 'Workaholic' Jangan Langsung Disimpulkan Bipolar

Psikiater: 'Workaholic' Jangan Langsung Disimpulkan Bipolar

Health | Rabu, 13 Agustus 2014 | 16:30 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×