Ngeri, di Negara Ini Kolera Tersebar dari Es Teh

Minggu, 16 April 2017 | 09:26 WIB
Ngeri, di Negara Ini Kolera Tersebar dari Es Teh
Ilustrasi es teh. (Shutterstock)

Suara.com - Meski menjadi salah satu minuman favorit ketika menikmati hari yang panas, es teh ternyata menjadi salah satu minuman yang dikaitkan dengan penyebaran penyakit kolera.

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases menyebutkan konsumsi es teh dari air yang tidak mendidih dapat meningkatkan risiko penyakit kolera di negara-negara endemik.

Salah satunya adalah Vietnam. Para peneliti mengungkapkan bahwa selama 2007-2010, Vietnam menghadapi peningkatan kasus penyakit diare setelah satu dekade lamanya terjadi penurunan kejadian kolera di sana.

Faktor-faktor seperti minum es teh atau air rebusan dari sumber air dekat toilet, dikatakan peneliti, meningkatkan risiko tertular penyakit kolera di provinsi Ben Tre, Vietnam. Kolera sendiri adalah penyakit bakteri yang menyebabkan diare berat dan dehidrasi yang terkait erat dengan akses terhadap air bersih dan sering menyebar melalui air minum yang terkontaminasi.

Di provinsi Ben Tre wilayah Mekong Delta di bagian selatan Vietnam, tidak ada kasus kolera dilaporkan dari 2005 sampai akhirnya kembali mewabah pada 2010.

Dalam studi baru, Thuong Vu Nguyen dari Pasteur Institute Ho Chi Minh City, Vietnam,  mewawancarai 60 orang yang dikonfirmasi telah terinfeksi kolera selama 2010 di Ben Tre. Segala macam informasi tentang makan dan perilaku minum serta gaya hidup dan lingkungan masing-masing responden dicatat oleh peneliti.

Para peneliti juga mengumpulkan sampel air dekat sungai, air minum, sampel air limbah, dan makanan laut lokal untuk menguji Vibrio cholerae, bakteri yang menyebarkan penyakit kolera.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa minum es teh, air minum tidak mendidih, memiliki sumber air utama dekat toilet, hidup dengan penderita diare adalah hal-hal yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit kolera.

Sementara itu, dikatakan jika minum dari sumber air hujan yang disimpan, makan seafood dan sayuran kukus, protektif terhadap penyakit kolera.

Bahkan, sebanyak 22 persen orang yang terkena kolera dilaporkan minum es teh seminggu sebelum terserang penyakit. Pasien dengan kolera juga lebih mungkin untuk selalu menambahkan es dalam air mereka dan menggunakan air sungai mengendap untuk minum, mandi, memasak, dan menyikat gigi secara bersamaan.

Banyak pekerjaan yang diperlukan untuk menentukan mengapa es teh meningkatkan risiko kolera, tapi para peneliti berhipotesis bahwa bakteri dapat ditemukan dalam es, yang sering dibeli dari pedagang kaki lima.

Penelitian ini, kata ilmuwan, memiliki implikasi penting untuk respon kolera di Vietnam.

"Seiring dengan pendekatan tradisional yang berfokus pada peningkatan air bersih, sanitasi, dan keamanan pangan, dikombinasikan dengan pemberian periodik vaksin kolera oral, sistem pemantauan kualitas air pada pembuat es harus ditetapkan," imbuhnya dikutip dalam jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI