Sering Mimpi Buruk? Waspadai Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Sering Mimpi Buruk? Waspadai Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa
Ilustrasi seorang perempuan tak bisa tidur nyenyak karena mimpi buruk. (Shutterstock)

Apa kaitan mimpi buruk dengan gangguan kesehatan jiwa? Studi terkini mengungkapkannya.

Suara.com - Mimpi selama ini dianggap sebagai bunga tidur, tapi bagaimana jika yang lebih sering dialami adalah mimpi buruk?

Peneliti dari University of Turku di Finlandia mengimbau agar jangan anggap enteng jika sering mengalami mimpi buruk. Pasalnya, studi terkini yang baru-baru ini mereka lakukan mengungkap bahwa mimpi buruk bisa menjadi peringatan awal adanya gangguan kesehatan jiwa.

"Risikonya memang tidak terlalu besar, tapi pesan yang harus digarisbawahi adalah mimpi buruk dapat mengantarkan seseorang pada perasaan gelisah dan dapat berakibat pada depresi," ujar Nils Sandman, peneliti utama dilansir Independent.co.uk.

Ia mengatakan bahwa mimpi buruk hadir, karena adanya emosi negatif yang dialami seseorang beberapa hari belakangan. Pada beberapa kasus, Sandman mengatakan bahwa mimpi buruk dapat meningkatkan risiko bunuh diri meski jumlahnya tidak banyak.

"Ada bukti kuat bahwa mimpi buruk berkaitan dengan kondisi finansial seseorang. Masyarakat dengan status ekonomi ke bawah lebih sering mengalami mimpi buruk," tambah dia.

Menurut Sandman, orang-orang dengan intensitas mimpi buruk yang tinggi harus mendapat penanganan klinis, karena risiko mereka untuk mengidap depresi cukup tinggi.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS