Ini Mengapa Perlu Cek Risiko Thalassemia Sebelum Menikah

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 08 Mei 2017 | 19:37 WIB
Ini Mengapa Perlu Cek Risiko Thalassemia Sebelum Menikah
Hari Thalassemia Sedunia. (Shutterstock)

Suara.com - Thalassemia merupakan kelainan sel darah merah yang disebabkan tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin sehingga sel darah merah mudah pecah. Kondisi ini membuat pasien menjadi pucat, karena kekurangan darah.

Dokter Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) dari Divisi Hematologi Onkologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM mengatakan, thalassemia ditangani dengan pemberian transfusi darah setiap bulan. Namun hal ini juga mendatangkan risiko komplikasi yakni penumpukan zat besi di berbagai organ seperti jantung, hati dan kulit yang dapat meningkatkan risiko kematian.

"Untuk mencegah komplikasi, mereka harus mengonsumsi obat khusus setiap hari agar zat besi yang menumpuk bisa dikeluarkan. Karena dari satu kantong darah itu mengandung zat besi 250 mg, yang keluar dari tubuh hanya 60 mg, jadi harus dikeluarkan," ujar Amalia pada temu media peringatan Hari Thalassemia Sedunia di Kementerian Kesehatan, Senin (8/5/2017).

Ia menambahkan Thalassemia merupakan penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan tapi dapat dicegah. Penyakit ini diturunkan apabila kedua orangtua mengidap thalassemia minor atau pembawa sifat yang secara fisik sehat tanpa gejala apapun.

"Jadi, kalau kedua orangtua thalassemia minor, maka bisa dipastikan anak akan thalassemia mayor. Nah, yang jadi masalah ini karena yang minor tidak bergejala tampak normal, hanya lewat pemeriksaan darah baru ketahuan kalau membawa sifat thalassemia," jelas Amalia.

Oleh karena itulah ia mengimbau pasangan yang akan menikah untuk melakukan skrining thalassemia sehingga bisa dilakukan pencegahan agar anak tidak mengidap thalassemia mayor.

Pasalnya, anak yang mengidap thalassemia mayor harus menjalani transfusi darah setiap bulan dan berpotensi mengalami masalah psikososial akibat penyakit yang diidapnya. Apalagi, untuk mendapatkan pengobatan yang optimal, pasien thalassemia membutuhkan biaya sekitar Rp 400 juta setiap tahunnya.

"Skrining hanya sekitar Rp 400 ribu, tapi bisa mencegah thalassemia yang menghabiskan biaya pengobatan Rp 400 juta. Sejak usia remaja atau saat mau menikah lakukan skrining untuk mendeteksi apakah calon ayah dan ibu memiliki gen pembawa sifat thalassemia atau tidak," terang Amalia.

Jika pemeriksaan menunjukkan hasil positif pembawa sifat, maka sebaiknya, lanjut dia, pasangan melakukan konseling genetik sebelum pernikahan.

"Setidaknya mereka sudah lebih siap menerima kemungkinan anaknya akan mengidap thalassemia daripada tahu ketika sudah lahir," pungkas Amalia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Risikonya Bila Pasien Diabetes Hentikan Pengobatan

Ini Risikonya Bila Pasien Diabetes Hentikan Pengobatan

Health | Senin, 27 Maret 2017 | 06:58 WIB

Ini Masalah Kesehatan yang Harus Diwaspadai Lansia

Ini Masalah Kesehatan yang Harus Diwaspadai Lansia

Health | Kamis, 26 Mei 2016 | 21:11 WIB

Mengenal Lebih Dekat Tentang Thalassaemia

Mengenal Lebih Dekat Tentang Thalassaemia

Health | Senin, 15 Juni 2015 | 20:26 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×