Miris, Kasus Bunuh Diri pada Penderita Autisme Meningkat

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 26 Mei 2017 | 19:45 WIB
Miris, Kasus Bunuh Diri pada Penderita Autisme Meningkat
Ilustrasi autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut sebuah studi baru-baru ini, tingkat bunuh diri pasien dengan autisme telah mencapai tingkat yang 'mengkhawatirkan`. Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Lancet Psychiatry.

Para periset dari Universitas Coventry and Newcastle mengatakan bahwa isu tersebut masih kurang dipahami dan sebuah tindakan sangat dibutuhkan untuk membantu mereka yang berisiko.

Sarah Cassidy dari Universitas Coventry mengutip sebuah studi klinis yang dipimpinnya pada 2014, yang diterbitkan di Lancet Psychiatry menyebutkan, bahwa 66 persen orang dewasa yang baru didiagnosis dengan Asperger Syndrome (AS) telah berpikir atau mempertimbangkan untuk bunuh diri.

Dalam studi yang sama -- yang merupakan penelitian klinis terbaru mengenai bunuh diri, 35 persen dari 365 responden yang baru didiagnosis AS mengatakan telah merencanakan atau mencoba untuk mengakhiri hidupnya, dimana 31 persennya melaporkan bahwa mereka mengalami depresi.

Sebuah studi populasi pada 2016 di Swedia juga menyimpulkan bahwa bunuh diri adalah penyebab utama kematian dini pada orang dengan gangguan spektrum autisme.

"Relatif sedikit yang kita ketahui tentang bunuh diri pada penderita autisme. Hal itu menunjukkan prevalensi orang yang sangat memprihatinkan, merenungkan dan mencoba untuk mengambil nyawanya sendiri. Memang ada kekurangan serius dalam persiapan kita untuk melakukan intervensi dan memberikan dukungan efektif kepada orang-orang dengan autisme yang paling berisiko mati, karena bunuh diri," ucap Dr. Cassidy dilansir Zeenews.

Penulis lain yaitu Dr Jacqui Rodgers dari Newcastle University Institute of Neuroscience mengatakan kasus ini sangat penting untuk dicari solusinya.

"Untuk pertama kalinya para periset dan dokter dari bidang autisme dan penelitian bunuh diri akan berkumpul, bersama anggota komunitas autisme dan mereka yang kehilangan (anggota keluarga yang menderita autisme-red), akibat bunuh diri, untuk belajar dari satu sama lain dan mengidentifikasi prioritas klinis dan penelitian untuk mengatasi masalah mendesak ini," tegasnya.

Untuk kali pertama Universitas Coventry and Newcastle akan menjalankan KTT bertaraf internasional, yang mengangkat isu bunuh diri di kalangan autisme. Tujuannya untuk mengembangkan rekomendasi perubahan dalam kebijakan dan praktik pemerintah yang dapat dilaksanakan dengan cepat. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi kasus bunuh diri di kalangan penderita autis, dan memutuskan prioritas untuk penelitian masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Anak Autis Hidup Normal, Orangtua Harus Lakukan Ini

Agar Anak Autis Hidup Normal, Orangtua Harus Lakukan Ini

Health | Senin, 08 Mei 2017 | 20:31 WIB

Wajib Tahu! Ini Gejala Autisme pada Anak

Wajib Tahu! Ini Gejala Autisme pada Anak

Health | Senin, 03 April 2017 | 15:10 WIB

Terungkap, Ini Penyebab Bayi Lahir Autis

Terungkap, Ini Penyebab Bayi Lahir Autis

Health | Rabu, 28 Desember 2016 | 09:26 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menggunakan Maybelline Teddy Tint? Ini Langkahnya agar Tidak Transfer

Bagaimana Cara Menggunakan Maybelline Teddy Tint? Ini Langkahnya agar Tidak Transfer

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Momentum MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Terus Meningkat

Momentum MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Terus Meningkat

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:00 WIB

4 Fakta OTT KPK di Lingkungan BNPB Semalam, Siapa Saja yang Ditangkap?

4 Fakta OTT KPK di Lingkungan BNPB Semalam, Siapa Saja yang Ditangkap?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Tim Febrie Adriansyah Persoalkan 22 Masalah dalam Dakwaan, dari Selisih Rp 5 Miliar hingga Aset TPPU

Tim Febrie Adriansyah Persoalkan 22 Masalah dalam Dakwaan, dari Selisih Rp 5 Miliar hingga Aset TPPU

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Susu Kembali Masuk Menu MBG, BGN Wajibkan 80 Persen Susu Segar dari Peternak Lokal

Susu Kembali Masuk Menu MBG, BGN Wajibkan 80 Persen Susu Segar dari Peternak Lokal

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Bawang Ikut Melonjak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Bawang Ikut Melonjak

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Catat Tanggalnya! Forza Horizon 6 Rilis di PS5 Januari 2027

Catat Tanggalnya! Forza Horizon 6 Rilis di PS5 Januari 2027

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Raline Shah Mundur dari Komdigi, Apa Saja Kontribusinya?

Raline Shah Mundur dari Komdigi, Apa Saja Kontribusinya?

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Liburan Akhir Tahun Makin Dekat, Yuk Siapkan Semua Kebutuhannya!

Liburan Akhir Tahun Makin Dekat, Yuk Siapkan Semua Kebutuhannya!

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Profil Martha Tilaar, Pengusaha Senior yang Meninggal Dunia Hari Ini

Profil Martha Tilaar, Pengusaha Senior yang Meninggal Dunia Hari Ini

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:47 WIB

×