Imunoterapi, Metode Terkini Atasi Kanker Paru

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 16 Juni 2017 | 14:27 WIB
Imunoterapi, Metode Terkini Atasi Kanker Paru
Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)

Suara.com - Data Globocan 2012 menemukan fakta bahwa kanker paru menempati posisi lima besar penyebab kematian terbanyak di dunia. Tren ini diprediksi terus meningkat seiring dengan tingginya jumlah perokok di dunia, termasuk Indonesia.

Pengobatan kanker paru yang umum selama ini berupa operasi, kemoterapi, radioterapi hingga terapi target. Nah kini ada metode baru penanganan kanker paru yang lebih efektif yakni imunoterapi.

Menurut dr. Sita Laksmi PhD, SpP(K) spesialis kanker paru, imunoterapi melibatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Di Indonesia terapi ini mulai diterapkan di berbagai rumah sakit sejak Juni 2017 ini.

"Jadi, imunoterapi ini mencegah interaksi antara sel T milik sistem imun dan tumor. Karena ketika ada interaksi, protein di tumor yang disebut PDL-1 melumpuhkan sel T sehingga sel imun tidak dapat membunuh sel kanker. Nah, imunoterapi ini memblok interaksi sehingga sel T bisa mendeteksi dan membasmi sel kanker," ujarnya pada temu media di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Di beberapa negara maju, Sita menambahkan, imunoterapi bisa diterapkan untuk berbagai jenis kanker seperti kanker kulit, kanker payudara, hingga kanker leher kepala. Namun di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru memberi persetujuan obat anti-PD1, Pembrolizumab untuk pengobatan kanker paru lini kedua.

"Sebelumnya imunoterapi hanya bisa diakses oleh pasien kanker paru dengan akses khusus melalui Kemenkes, tapi sejak Juni ini sudah bisa dilakukan karena ijin BPOM sudah keluar. Namun imunoterapi ini baru diijinkan untuk pengobatan lini kedua, artinya setelah dibedah atau dikemo baru bisa diberikan imunoterapi," tambah dia.

Sita menekankan imunoterapi hanya efektif jika ditemukan ekspresi sel kanker yang meradang atau adanya protein tumor Programmed Death-Ligand 1 (PD-L1). Untuk itu salah satu prasyarat untuk menjalani terapi ini pasien harus melakukan pemeriksaan ekspresi PDL-1.

"Jadi, harus ada ekspresi sel kanker meradang, karena kalau dia udah meradang tentu efek yang diberikan akan lebih baik jika diberi imunoterapi. Tapi kalau tidak ada ekspresi maka tidak akan efektif. Sehingga saat dibiopsi sebaiknya juga melakukan pemeriksaan PDL-1," lanjut dia.

Sayangnya, Medical Affair Director MSD Indonesia, dr Phoebe Jessica Kesuma, belum bisa memberikan rincian biaya yang harus dikeluarkan pasien untuk mendapatkan tindakan imunoterapi.

"Harganya tergantung rumah sakit, tapi kita comparable dengan harga di Singapura maupun Malaysia," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Tertipu! Filter Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Jangan Tertipu! Filter Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Health | Kamis, 25 Mei 2017 | 11:32 WIB

Studi: Statin Ternyata Tak Berpengaruh pada Pasien Kanker Paru

Studi: Statin Ternyata Tak Berpengaruh pada Pasien Kanker Paru

Health | Rabu, 01 Maret 2017 | 18:56 WIB

Tak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Ini Tanggapan Dokter

Tak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Ini Tanggapan Dokter

Health | Jum'at, 10 Februari 2017 | 15:15 WIB

Terkini

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

Rajin Tarawih Selama Ramadan, Cerita 10 Warga Akhirnya Berkesempatan Umrah ke Tanah Suci

Rajin Tarawih Selama Ramadan, Cerita 10 Warga Akhirnya Berkesempatan Umrah ke Tanah Suci

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 22:34 WIB

Ketika Olahraga Jadi Ruang Mahasiswa Mengasah Skill dan Kekompakan

Ketika Olahraga Jadi Ruang Mahasiswa Mengasah Skill dan Kekompakan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

Bri | Senin, 28 September 2026 | 22:04 WIB

×