Tak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Ini Tanggapan Dokter

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 10 Februari 2017 | 15:15 WIB
Tak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Ini Tanggapan Dokter
Ilustrasi rokok. (Shutterstock)

Suara.com - Kebiasaan merokok seringkali dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit, seperti serangan jantung, stroke hingga kanker paru-paru. Tapi ada pula beberapa perokok aktif yang ternyata tak terkena kanker paru hingga akhir usianya. Kira-kira kenapa ya?

Dokter spesialis paru Elisna Syahruddin, dari RSUP Persahabatan mengatakan rokok memang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hingga 8 kali, tapi bagaimana kebiasaan tersebut mengantarkan seseorang hingga mengidap kanker tergantung pada kemampuan sel tubuh merespon perubahan yang mengarah kanker.

"Jadi, tergantung kemampuan sel normal dalam merespon perubahan, kalau kalah maka akan jadi tidak normal. Ada prosesnya, mulai dari fase inisiasi, promosi hingga menjadi kanker," ujarnya pada temu media Ngobras di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Elisna menambahkan pada fase inisiasi, ketika imunitas tubuh tidak bagus, maka di sinilah risiko kanker mengintai. Sebaliknya, ketika kekebalan tubuh bagus, sel abnormal akan kembali menjadi normal.

"Kalau lolos, maka akan berubah jadi fase promosi. Ini sel sudah tidak normal. Tapi beberapa orang tubuhnya punya kemampuan untuk membunuh sel yang tidak normal sehingga tidak jadi kanker," tambah dia.

Namun, pada orang dengan kemampuan tubuh dalam melawan sel kanker kurang bagus, fase ini sangat menentukan pertumbuhan kanker. Sehingga, kata Elisna, imunitas tubuh sangat berperan dalam menentukan risiko kanker.

"Ketika imunitasnya bagus dan tidak ada penyakit penyerta, maka pertumbuhan sel kanker bisa lebih lambat. Itu sebabnya kanker paru biasanya tanpa gejala di awal," imbuhnya.

Kanker paru sendiri merupakan penyumbang insiden kanker pada laki-laki tertinggi di Indonesia, diikuti kanker kolorektal, prostat, hati, dan nasofaring. Penemuan kanker paru pada stadium dini akan sangat membantu penderita memperoleh kualitas hidup lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Vape Jauh Lebih Aman dari Rokok Biasa

Studi: Vape Jauh Lebih Aman dari Rokok Biasa

Health | Rabu, 08 Februari 2017 | 18:35 WIB

Awas! Vape Juga Bisa Sebabkan Kanker

Awas! Vape Juga Bisa Sebabkan Kanker

Health | Selasa, 31 Januari 2017 | 08:10 WIB

Vape Lebih Aman dari Rokok? Ini Kata Dokter

Vape Lebih Aman dari Rokok? Ini Kata Dokter

Lifestyle | Senin, 30 Januari 2017 | 11:18 WIB

Kenali Buerger, Penyakit yang Disebabkan Rokok

Kenali Buerger, Penyakit yang Disebabkan Rokok

Health | Sabtu, 28 Januari 2017 | 11:36 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB