Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa

Vania Rossa

Selasa, 10 Februari 2026 | 19:09 WIB
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K). (Dok. Heartology)
baca 10 detik
  • Penyakit jantung bawaan dapat tidak tampak sejak lahir, gejalanya muncul saat aktivitas harian terganggu oleh jantung bekerja keras.
  • Prevalensi penyakit jantung bawaan meningkat global; di Indonesia, sekitar 50.000 bayi lahir dengan kondisi ini tiap tahun.
  • ASD dapat ditangani di rumah sakit tertentu menggunakan teknik zero-fluoroscopy, yaitu penutupan lubang jantung tanpa paparan radiasi sinar-X.

Suara.com - Tidak semua bayi yang lahir dengan penyakit jantung bawaan langsung menunjukkan gejala. Sebagian tampak sehat, aktif, bahkan tumbuh seperti anak lain seusianya. Namun tanpa disadari, jantung mereka bisa bekerja lebih keras dari seharusnya. Gejala sering kali baru muncul ketika kondisi mulai memengaruhi aktivitas harian.

Secara global, angka kejadian penyakit jantung bawaan terus meningkat. Data internasional menunjukkan lonjakan dari 0,6 kasus per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi lebih dari 9 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi tertinggi, dengan hampir 1 dari 100 bayi lahir membawa kelainan jantung bawaan.

Di Indonesia, angka ini sejalan dengan tingginya jumlah kelahiran. Dari sekitar lima juta kelahiran setiap tahun, diperkirakan sekitar 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 8.500 kasus merupakan Atrial Septal Defect (ASD) tipe sekundum, yaitu kelainan berupa lubang pada sekat di antara dua serambi jantung.

“Tidak semua kelainan jantung bawaan bisa terlihat sejak bayi lahir. Beberapa anak tampak sehat, tetapi sebenarnya memiliki gangguan pada jantung akibat kelainan genetik atau perkembangan janin yang tidak sempurna,” jelas dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dengan Subspesialis Kardiologi Pediatrik di Heartology Cardiovascular Hospital.

Ia menambahkan bahwa banyak kasus baru terdeteksi ketika anak mulai menunjukkan keterbatasan fisik atau gangguan pertumbuhan.

“Anak bisa tampak biru, mudah sesak, cepat lelah, sulit menghabiskan susu, atau memiliki riwayat lahir prematur. Kondisi-kondisi ini perlu dicurigai sebagai tanda penyakit jantung bawaan,” ujarnya.

Gejala yang Sering Terlewat

Menurut dr. Radityo, gejala penyakit jantung bawaan kerap tidak spesifik sehingga orang tua tidak menyadarinya sejak dini. Padahal, deteksi lebih awal dapat mencegah komplikasi jangka panjang.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

baca juga
  • Warna kebiruan pada kulit, bibir, atau kuku
  • Mudah lelah dan sesak napas, terutama saat menyusu
  • Berat badan sulit naik dan pertumbuhan terhambat
  • Pembengkakan pada tungkai, perut, atau area sekitar mata

Penanganan ASD Tanpa Radiasi dengan Teknik Zero-Fluoroscopy

Di Heartology Cardiovascular Hospital, penanganan Atrial Septal Defect (ASD) kini dapat dilakukan melalui prosedur intervensi non-bedah atau percutaneous closure. Menariknya, rumah sakit ini menerapkan teknik zero-fluoroscopy, sebuah metode penutupan lubang jantung tanpa paparan radiasi.

Biasanya, prosedur kateterisasi jantung menggunakan fluoroskopi (radiasi sinar-X) sebagai panduan visual. Namun pada teknik ini, dokter menggunakan ekokardiografi sebagai alat navigasi utama, sehingga fungsi radiasi dapat sepenuhnya digantikan.

“Teknik zero-fluoroscopy memungkinkan kami melakukan tindakan dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi, terutama bagi bayi, anak-anak, ibu hamil, dan juga tenaga medis yang terpapar prosedur berulang,” terang dr. Radityo.

Tanpa paparan radiasi, risiko jangka panjang seperti gangguan pertumbuhan sel atau efek kumulatif radiasi dapat dihindari. Selain itu, prosedur ini tetap memberikan akurasi tinggi dalam memastikan alat penutup ASD terpasang secara presisi.

Pendekatan ini menjadi terobosan penting dalam dunia kardiologi intervensi pediatrik, karena menghadirkan kombinasi antara teknologi canggih, keamanan pasien, dan kenyamanan selama prosedur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal

Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal

Health | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:52 WIB

3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan

3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan

Health | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:40 WIB

Heartology Cetak Sejarah: Operasi Jantung Kompleks Tanpa Belah Dada Pertama di Indonesia

Heartology Cetak Sejarah: Operasi Jantung Kompleks Tanpa Belah Dada Pertama di Indonesia

Health | Rabu, 17 Desember 2025 | 14:40 WIB

Terkini

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

×