Mengenal Maag, Penyakit yang Sebabkan Ryan Thamrin Meninggal

Chaerunnisa | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 05 Agustus 2017 | 00:36 WIB
Mengenal Maag, Penyakit yang Sebabkan Ryan Thamrin Meninggal
Dr Ryan Thamrin. [Instagram]

Suara.com - Dokter Ryan Thamrin, pemandu acara "Dr Oz Indonesia" telah meninggal dunia, Jumat (4/8/2017) pukul 03.30 dini hari.

Meski pihak keluarga belum bisa memberikan penjelasan penyebab kematian pemandu acara "Dr Oz Indonesia" itu, teman Ryan bernama Bawono Suryo memberikan penjelasan penyakit yang diderita Ryan Thamrin sebelum meninggal.

Bawono mendapat informasi dari kakak almarhum jika Ryan Thamrin sempat mengalami sakit di saluran pencernaan atau maag hingga sulit makan.

Maag atau asam lambung berlebih selama ini kerap dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal, tak sedikit kasus maag yang berujung pada kematian.

Data yang dihimpun WHO sejak 2012 lalu menyebutkan, angka kematian akibat maag di dunia mencapai 21 persen. Umumnya kematian akibat penyakit maag dialami masyarakat berusia 20-30 tahun di mana merupakan usia produktif.

Lantas, apa yang membuat maag begitu mematikan? Disampaikan dokter spesialis penyakit dalam, Divisi Gastroenterologi FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam, maag atau naiknya asam lambung memang tidak menyebabkan kematian secara langsung, namun memicu komplikasi yang dapat berujung maut.

"Asam lambung sebenarnya tidak langsung menyebabkan kematian, tapi bisa menyebabkan komplikasi organ lain dan bisa berujung ke serangan jantung, stroke, pendarahan, infeksi," kata dia.

Lebih lanjut, dia memaparkan, maag yang tak ditangani dengan baik juga dapat memicu kondisi gastroesophageal reflux disease (GERD) yang kerap berujung maut.

Gejala khas dari GERD adalah, rasa panas di dada seperti terbakar dan ada sesuatu yang balik arah seperti ada yang mengganjal atau disebut juga sebagai heartburn.

Seiring waktu, peradangan kronis di kerongkongan akibat GERD juga mengacu pada berbagai komplikasi medis. Beberapa di antaranya menyebabkan masalah serius yang bisa berujung kematian.

"Sakit maag dan GERD cukup tinggi diidap masyarakat Indonesia. Mereka menganggap enteng padahal dampaknya sangat serius hingga bisa menimbulkan kematian mendadak," imbuhnya.

Dokter Ari menyebut, GERD tidak hanya disebabkan pola makan yang tak teratur, tapi juga dapat dipengaruhi stres. Bahkan, 60 persen kasus maag disebabkan oleh stres.

"Jadi memang antara otak dengan lambung ada penghubungnya. Ketika seseorang stres maka otak akan mengirimkan pesan pada lambung untuk memproduksi asam berlebih yang memicu maag," tandasnya.

Karena itu, dia menekankan pola hidup sehat seperti menghindari hal-hal yang dapat memicu stres merupakan pencegahan terbaik dalam meminimalisir risiko mengidap maag.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Detik-detik Proses Pemakaman Ryan Thamrin

Detik-detik Proses Pemakaman Ryan Thamrin

Entertainment | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 23:55 WIB

Tubuh Ryan Thamrin Sebelum Meninggal Kurus Kering

Tubuh Ryan Thamrin Sebelum Meninggal Kurus Kering

Entertainment | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 22:17 WIB

Penyebab Ryan Thamrin Meninggal, Maag Akut dan Tak Mau Dirawat

Penyebab Ryan Thamrin Meninggal, Maag Akut dan Tak Mau Dirawat

Health | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 15:04 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB