Magnet Obati Pasien Skizofrenia yang 'Mendengar Suara'

Tomi Tresnady, Risna Halidi

Selasa, 05 September 2017 | 23:30 WIB
Magnet Obati Pasien Skizofrenia yang 'Mendengar Suara'
Ilustrasi lelaki menderita skizofrenia. [Shutterstock]

Suara.com - Periset telah menemukan bahwa alat magnetik dengan frekuensi tinggi dapat memperbaiki kondisi seseorang dengan skizofrenia yang bisa "mendengar suara".

Penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi European College of Neuropsychopharmacology (ECNP) di Paris berhasi mengidentifikasi area otak yang terjadi dalam kondisi pada beberapa pasien.

"Ini adalah percobaan terkontrol pertama yang secara tepat menentukan area otak anatomi yang didefinisikan di mana alat magnetik berfrekuensi tinggi dapat memperbaiki pendengaran suara," kata pemimpin peneliti Sonia Dollfus, yang juga seorang Profesor di Pusat Hospitalier Universitaire de Caen, Prancis.

Skizofrenia adalah masalah kesehatan mental jangka panjang yang serius. Orang dengan skizofrenia mengalami berbagai gejala, termasuk delusi, pikiran kacau dan halusinasi.

Salah satu yang paling terkenal adalah perasaan mendengar suara yang juga dikenal sebagai Auditory Verbal Hallucination (AVH) dengan sekitar 70 persen orang dengan pengalaman skizofrenia.

Suara-suara ini, mungkin 'didengar' memiliki beragam karakteristik yang berbeda, misalnya bersifat internal atau eksternal, ramah atau mengancam, terus hadir atau bahkan hadir sesekali saja.

Stimulasi Magnetik Transkranial (TMS), yang menggunakan alat magnetik ke otak, telah disarankan sebagai cara yang mungkin berhasil untuk mengobati pendengaran suara pada skizofrenia.

Tim peneliti Prancis bekerja dengan sekelompok kecil pasien yang menerima perawatan TMS secara aktif dan kelompok kontrol penerima pengobatan palsu (plasebo).

Para periset mewawancarai pasien yang menggunakan protokol standar - Skala Penilaian Halusinasi Pendengaran - yang mengungkapkan sebagian besar fitur karakteristik dari suara yang mereka dengar.

baca juga

Pasien yang diobati menerima serangkaian pulse magnetik berfrekuensi 20 Hz selama dua sesi sehari selama dua hari.

Dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI), pulse tersebut ditargetkan pada area otak tertentu di lobus temporal, yang berhubungan dengan bahasa. Setelah dua minggu, pasien kemudian dievaluasi ulang.

Para peneliti menemukan bahwa 34,6 persen pasien yang dirawat oleh TMS menunjukkan respon yang signifikan, sementara hanya 9,1 persen pasien dalam kelompok dengan plasebo yang menanggapi dan lebih baik. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati, Skizofrenia Mengintai Pecandu Narkoba

Hati-hati, Skizofrenia Mengintai Pecandu Narkoba

Health | Rabu, 07 September 2016 | 12:32 WIB

Studi: Diet Tinggi Lemak Bagus Untuk Penderita Skizofrenia

Studi: Diet Tinggi Lemak Bagus Untuk Penderita Skizofrenia

Health | Jum'at, 18 Desember 2015 | 20:35 WIB

Perhatikan 12 Hal Ini Sebelum Mengencani Penderita Skizofrenia

Perhatikan 12 Hal Ini Sebelum Mengencani Penderita Skizofrenia

Lifestyle | Senin, 09 November 2015 | 13:05 WIB

Konsumsi Protein Berlebihan Bisa Picu Skizofrenia

Konsumsi Protein Berlebihan Bisa Picu Skizofrenia

Health | Rabu, 26 November 2014 | 10:27 WIB

Susahnya Menjadi Penderita Skizofrenia di Indonesia

Susahnya Menjadi Penderita Skizofrenia di Indonesia

Health | Rabu, 08 Oktober 2014 | 19:55 WIB

Terkini

Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan

Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:05 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:00 WIB

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:57 WIB

BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:55 WIB

6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar

6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:55 WIB

Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum

Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:53 WIB

Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan

Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:52 WIB

Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul

Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:50 WIB

×