Ini Alasannya Banyak Orang Jatuh Sakit saat Musim Pancaroba

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 02 Oktober 2017 | 16:18 WIB
Ini Alasannya Banyak Orang Jatuh Sakit saat Musim Pancaroba
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Cuaca tak menentu pada musim pancaroba seperti sekarang ini meningkatkan risiko orang untuk jatuh sakit. Biasanya kondisi yang paling banyak dikeluhkan adalah gejala panas dalam seperti flu, batuk, pilek tubuh linu-linu hingga demam.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid mengatakan penyebab banyak masyarakat yang jatuh sakit saat musim pancaroba adalah daya tahan tubuh yang melemah seiring dengan perubahan cuaca. Sebaliknya virus justru berkembang biak secara agresif pada perubahan cuaca yang ekstrem.

"Ada dua faktor yang menyebabkan banyak orang jatuh sakit saat musim pancaroba, pertama dari sistem imun kita yang melemah, karena tekanan dan suhu udara berubah. Sedangkan kondisi ini justru membuat virus dan kuman semakin agresif," ujar dia pada temu media 'Cegah Panas Dalam di Musim Pancaroba' di Jakarta, Senin (2/10/2017).

Aswin menambahkan sebagai pertolongan pertama, seseorang yang mengalami gejala panas dalam saat musim pancaroba dianjurkan untuk memperbanyak asupan cairan. Cairan yang masuk ke dalam tubuh dapat membantu menurunkan suhu tubuh dan melancarkan metabolisme.

"Flu itu menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi, jadi cairan yang hilang harus diganti dengan memperbanyak asupan cairan. Minum air saja yang banyak itu kuncinya," tambahnya.

Salah satu cairan yang dapat mencegah sekaligus mengatasi panas dalam adalah yang mengandung mineral. Dokter Aswin mengatakan, mineral dan vitamin yang terkandung dalam makanan maupun minuman berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi kimia dalam tubuh termasuk menurunkan suhu tubuh saat terjadi panas dalam.

"Dalam kandungan air putih biasanya sudah ada mineralnya tapi kita butuh tambahan mineral dalam kondisi tertentu seperti ketika daya tahan tubuh lemah. Hal itu bisa kita dapatkan dari minuman kemasan yang mengandung mineral," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Senior PR Manager PT. Kino Indonesia Tbk, Yuna Eka Kristina mengatakan bahwa produk larutan Cap Kaki Tiga mengandung mineral Gypsum Fibrosum dan Calcitum yang terbukti berkhasiat dalam membantu meredakan panas dalam, sariawan, tenggorokan kering yang kerap dikeluhkan orang saat musim pancaroba.

"Jadi larutan cap kaki tiga adalah larutan mineral alami yang berkhasiat dalam mengatasi panas dalam. Meski demikian larutan ini bukan obat, tapi untuk pencegahan terhadap panas dalam. Kalau sudah merasa nggak enak badan, seseorang bisa mengonsumsi larutan mineral alami ini untuk mengatasinya," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Ini

Cegah Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Ini

Health | Kamis, 16 Februari 2017 | 17:27 WIB

Hujan dan Banjir, Waspadai Sederet Penyakit Ini

Hujan dan Banjir, Waspadai Sederet Penyakit Ini

Health | Kamis, 16 Februari 2017 | 16:01 WIB

Musim Hujan, Hati-hati Leptospirosis!

Musim Hujan, Hati-hati Leptospirosis!

Health | Selasa, 11 Oktober 2016 | 07:30 WIB

Terkini

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:46 WIB

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

×