Memutus Mutasi Penyakit Genetik Lebih Dekat dari yang Diduga

Chaerunnisa, Risna Halidi

Jum'at, 27 Oktober 2017 | 20:00 WIB
Memutus Mutasi Penyakit Genetik Lebih Dekat dari yang Diduga
Ilustrasi tes genetika, DNA. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan dari AS telah meluncurkan dua alat pengeditan molekul baru yang dirancang khusus untuk menangani mutasi yang dipercaya menjadi penyebab terjadinya penyakit genetik pada manusia.

Alat ini bisa memperbaiki mutasi penyakit tanpa berobat, bahkan mengobati penyakit yang langka sekaligus mematikan.

Periset dari Harvard University, Broad Institute of MIT dan Harvard menawarkan cara yang tepat untuk memperbaiki kesalahan satu huruf pada gen, yang merupakan pengembangan pada asam deoksiribonukleat atau DNA.

Penelitian lain berfokus pada pengeditan asam ribonukleat atau RNA, yang membawa petunjuk genetik untuk membuat protein, tanpa mengubah DNA.

Kedua teknik tersebut digabungkan bersama untuk membangun alat pengedit gen yang diberi nama CRISPR-Cas9. Alat ini merupakan sejenis gunting molekuler untuk memangkas bagian genom manusia yang tidak diinginkan untuk kemudian diganti dengan DNA baru yang sehat. Genom merupakan bagian dari tubuh yang terdiri dari enam miliar huruf DNA, atau basis kimia.

"CRISPR seperti gunting, dan editor dasar seperti pensil," kata salah satu ahli dalam sebuah pernyataan.

Pengeditan dasar dilakukan dengan empat basis kimia DNA, yaitu adenin (A), sitosin (C), guanin (G) dan timin (T). Kesalahan huruf tunggal, yang disebut mutasi titik, dipercaya dapat menyebabkan penyakit genetik.

Dalam studi kedua, pengembang teknologi CRISPR-Cas9, menciptakan versi baru CRISPR yang dapat mengedit RNA yang dipercaya mampu membantu ilmuwan membuat perubahan sel yang tepat.

Salah satu ahli mengatakan bahwa sistem pengeditan RNA, yang disebut REPAIR, dapat "memperbaiki mutasi tanpa merusak genom". Namun, perubahannya tidak permanen karena RNA terdegradasi dari waktu ke waktu.

Kedua metote ini menawarkan kesempatan untuk memperbaiki mutasi penyakit tertentu, baik dalam DNA atau RNA. Sayangnya, kedua metode ini belum siap untuk uji coba pada manusia. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Perceraian Bersifat Genetik?

Benarkah Perceraian Bersifat Genetik?

Health | Sabtu, 14 Oktober 2017 | 14:01 WIB

Sungguh Malang, Bayi Ini Miliki Usus di Luar Tubuh

Sungguh Malang, Bayi Ini Miliki Usus di Luar Tubuh

Health | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 08:13 WIB

Penjelasan Ilmiah Soal Rambut Beruban

Penjelasan Ilmiah Soal Rambut Beruban

Health | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 08:41 WIB

Umur Panjang Ternyata Juga Dipengaruhi Genetik, Ini Buktinya

Umur Panjang Ternyata Juga Dipengaruhi Genetik, Ini Buktinya

Health | Jum'at, 26 Mei 2017 | 13:54 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB