Ingin Menjaga Kesehatan Pencernaan? Yuk Makan Kenari!

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Jum'at, 10 November 2017 | 14:29 WIB
Ingin Menjaga Kesehatan Pencernaan? Yuk Makan Kenari!
Kenari. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa diet kaya kenari dapat memperbaiki kesehatan pencernaan Anda dengan secara signifikan meningkatkan jumlah keragaman bakteri yang menguntungkan di usus.

Peneliti juga mengatakan bahwa mengonsumsi kenari juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, pertumbuhan tumor lebih lambat pada hewan dan peningkatan kesehatan otak.

Studi tersebut, kata penelitian ini, menunjukkan cara baru di mana kenari dapat berkontribusi pada kesehatan yang lebih baik dengan meningkatkan jumlah bakteri tipe probiotik di usus.

"Kenari telah disebut sebagai 'makanan super' karena kaya akan asam lemak omega-3, asam alfa-linolenat dan serat, dan mengandung salah satu dari konsentrasi antioksidan tertinggi," kata Lauri Byerley, Profesor Riset Associate di Louisiana State University (LSU) di AS dilansir Boldsky.

"Kini, kita bisa mendapatkan manfaat kenari tambahan bagi mikrobiota usus," kata Byerley, yang memimpin penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutritional Biochemistry.

Tim peneliti menambahkan kenari ke makanan ke satu kelompok hewan pengerat. Sementara kelompok lain tidak mengonsumsi kenari. Mereka kemudian mengukur jenis dan jumlah bakteri usus di kolon desendens dan membandingkan hasilnya.

Para peneliti menemukan bahwa ada dua bakteri yang berbeda pada dua kelompok hewan pengerat tadi. Pada kelompok hewan pengerat yang makan kenari, jumlah dan jenis bakteri berubah, begitu pula kapasitas fungsional bakteri.

Para peneliti melaporkan adanya peningkatan yang signifikan pada bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus.

"Kami menemukan bahwa kenari dalam makanan meningkatkan keragaman bakteri di usus, dan penelitian lain yang tidak terkait telah dikaitkan dengan keragaman bakteri, yang mempengaruhi rendahnya obesitas dan penyakit lainnya seperti penyakit radang usus besar," kata Byerley.

Penelitian ini didukung oleh American Institute for Cancer Research and California Walnut Commission, yang menyimpulkan bahwa pembentukan kembali kelompik mikroba usus dengan menambahkan kenari ke makanan, menunjukkan mekanisme fisiologis baru untuk memperbaiki kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelaki Harus Tahu, Makan Kenari Bikin Sperma Sehat dan Gesit

Lelaki Harus Tahu, Makan Kenari Bikin Sperma Sehat dan Gesit

Health | Kamis, 02 Maret 2017 | 19:21 WIB

Studi: Kenari Bisa Tingkatkan Kesuburan Lelaki

Studi: Kenari Bisa Tingkatkan Kesuburan Lelaki

Health | Rabu, 11 November 2015 | 13:55 WIB

Manfaat Kenari untuk Kecantikan

Manfaat Kenari untuk Kecantikan

Lifestyle | Kamis, 03 September 2015 | 12:21 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB