- Gunungan sampah rumah tangga liar menutupi jalan sekolah di Cengkareng Jakarta Barat sejak dua bulan lalu.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup membersihkan lokasi pada Jumat 7 Agustus 2026.
- Pemerintah akan mengumumkan pelaku pembuangan ilegal dan meminta pihak hotel restoran kafe menghentikan kerja sama.
Suara.com - Tumpukan sampah setinggi atap bangunan menutup sebagian akses jalan menuju SDN Kedaung Kali Angke 03 di RT 04/RW 03, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Gunungan sampah yang didominasi sampah rumah tangga itu dibiarkan menumpuk tanpa penanganan dalam waktu lama.
Warga sekitar mengaku tumpukan sampah tersebut sudah ada sejak kurang lebih dua bulan terakhir.
Bau busuk dari tumpukan sampah mengganggu aktivitas warga, mulai dari pedagang makanan di sekitar lokasi hingga anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
Warga juga khawatir sampah yang menumpuk itu akan terbawa aliran air dan menyumbat saluran saat musim hujan tiba, sehingga berpotensi memicu banjir.
Persoalan ini akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Balai Kota, Jumat (7/8/2026).
Pramono mengungkapkan bahwa ia sudah menerima laporan video soal tumpukan sampah itu dan langsung memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk membersihkannya.
"Memang, sekali lagi yang melakukan adalah swasta. Dan yang seperti ini tidak boleh terjadi," ujarnya.
Pramono menegaskan bahwa pelaku pembuangan sampah ilegal itu akan diumumkan kepada publik setelah terungkap.
"Saya sudah minta kepada Kominfotik untuk segera mengumumkan siapa pun pelaku yang kemudian menikmati, mengambil sampah dari Horeka (Hotel, Restoran, Kafe), menimbun di satu tempat yang ilegal dan tidak bertanggung jawab. Kemudian begitu ada persoalan, mereka seakan-akan menghilang, dan Pemerintah DKI Jakarta yang harus melakukan pembersihan," jelas eks Sekretaris Kabinet itu.
Ia juga menyatakan pihak Horeka yang selama ini menggunakan jasa pelaku pembuangan liar tersebut akan diminta menghentikan kerja sama.
Kasus serupa, disebut Pramono, telah terjadi di tiga hingga empat lokasi lain yang belakangan viral akibat tumpukan sampah ilegal, termasuk salah satunya kasus di Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Saya minta untuk diambil tindakan tegas," pungkas politisi PDIP itu.