Hirup Polusi Tingkatkan Risiko Patah Tulang

Tomi Tresnady, Risna Halidi

Minggu, 12 November 2017 | 09:50 WIB
Hirup Polusi Tingkatkan Risiko Patah Tulang
Perempuan pakai masker anti polusi. [shutterstock]

Suara.com - Paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko patah tulang dengan menyebabkan hilangnya kepadatan mineral.

Penelitian besar yang dilakukan di Amerika Serikat tersebut merupakan penelitian pertama yang mendokumentasikan tingkat penerimaan rumah sakit yang tinggi pada kasus patah tulang di masyarakat dengan tingkat partikel lingkungan PM2.5 yang meningkat.

PM2.5 sendiri adalah komponen polusi udara.

Parahnya, risiko penerimaan fraktur tulang paling besar terjadi pada masyarakat berpenghasilan rendah, kata periset.

"Di antara banyak manfaat udara bersih, penelitian kami menunjukkan tentang adanya memperbaiki kesehatan tulang dan cara mencegah patah tulang," kata Andrea Baccarelli dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Mailman Universitas Columbia, AS.

"Beberapa dekade penelitian yang cermat telah mendokumentasikan risiko kesehatan manusia dari polusi udara, seperti penyakit kardiovaskular dan pernapasan, kanker, dan kognisi gangguan, dan sekarang, osteoporosis."

Studi tentang penerimaan fraktur rumah sakit terkait osteoporosis di antara 9,2 juta orang antara 2003 hingga 2010, menunjukkan bahwa peningkatan kecil pada konsentrasi PM2.5 akan menyebabkan peningkatan patah tulang pada manula.

Analisis delapan tahun masa tindak lanjut di antara 692 orang dewasa usia paruh baya dan berpenghasilan rendah menemukan bahwa peserta yang tinggal di daerah dengan tingkat PM2.5 dan karbon hitam yang tinggi serta komponen polusi udara dari emisi otomotif, memiliki tingkat hormon paratiroid yang lebih rendah.

Juga, kata periset, adanya penurunan kepadatan mineral tulang yang lebih besar.

baca juga

Hormon paratiroid sendiri merupakan hormon kalsium dan tulang yang penting.

Osteoporosis, adalah akibat paling umum untuk kasus patah tulang di antara orang tua. Itu merupakan penyakit di mana tulang menjadi rapuh dan lemah karena tubuh kehilangan banyak massa tulang daripada yang bisa dibangun kembali.

Masalah partikulat, termasuk PM2.5, diketahui menyebabkan kerusakan oksidatif sistemik dan pembengkakan, yang menurut para periset, dapat mempercepat terjadinya keropos pada tulang dan meningkatkan risiko patah tulang pada individu yang lebih tua.

Merokok, yang mengandung beberapa komponen partikulat, secara konsisten telah dikaitkan dengan kerusakan tulang, kata periset. (zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Polusi dalam Ruangan Sama Buruk dengan Polusi Udara Luar

Studi: Polusi dalam Ruangan Sama Buruk dengan Polusi Udara Luar

Health | Selasa, 25 Juli 2017 | 13:26 WIB

Polusi Ozon Penyebab Serangan Jantung, Darah Tinggi dan Stroke?

Polusi Ozon Penyebab Serangan Jantung, Darah Tinggi dan Stroke?

Health | Rabu, 19 Juli 2017 | 11:02 WIB

Polusi Udara di Asia Mencemaskan

Polusi Udara di Asia Mencemaskan

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 03:18 WIB

Awas, Polusi Bisa Picu Kanker Jenis Ini

Awas, Polusi Bisa Picu Kanker Jenis Ini

Health | Minggu, 30 April 2017 | 20:52 WIB

Gawat, Polusi Ternyata Bisa Membunuh Indera Penciuman Manusia!

Gawat, Polusi Ternyata Bisa Membunuh Indera Penciuman Manusia!

Health | Senin, 27 Februari 2017 | 16:08 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×