Trauma Masa Lalu Bisa Memicu Obesitas pada Perempuan

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 16 November 2017 | 15:00 WIB
Trauma Masa Lalu Bisa Memicu Obesitas pada Perempuan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kejadian traumatis dalam hidup memang cenderung memberi dampak mendalam pada seseorang. Butuh waktu yang cukup lama agar seseorang bisa sembuh dari pengalaman tak menyenangkan tersebut.

Bahkan dari hasil studi yang dilakukan oleh University of California mengungkapkan bahwa peristiwa penuh tekanan juga dapat menyebabkan obesitas pada perempuan.

Studi juga menyebutkan bahwa perempuan yang baru saja mengalami satu atau lebih peristiwa traumatis atau mereka yang telah mengalami beberapa kejadian negatif di tahun-tahun sebelumnya, memiliki risiko pengembangan obesitas yang lebih tinggi.

Peristiwa semacam itu juga dapat meningkatkan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker serta berkontribusi pada biaya kesehatan spiral.

Penelitian yang dipresentasikan dalam American Scientific Sessions 2017 di California tersebut mengatakan perempuan wanita yang telah mengalami empat atau lebih kejadian hidup negatif memiliki risiko obesitas 36 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengalami kejadian semacam itu.

"Sedikit yang diketahui tentang bagaimana kejadian kehidupan negatif dan traumatis mempengaruhi obesitas pada perempuan. Kita tahu bahwa stres mempengaruhi perilaku, termasuk apakah orang yang makan berlebihan atau terlalu banyak makan, serta aktivitas neuro-hormonal pada bagian produksi kortisol yang meningkat, yang berkaitan dengan berat badan," kata Michelle A. Albert, seorang Profesor di University of California di San Francisco dilansir Zeenews.

Para peneliti mempelajari hubungan antara kejadian hidup dan obesitas pada sekitar 21.904 perempuan. Mereka mengukur dampak dua jenis stres yaitu kejadian traumatis, yang dapat terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang perempuan mencakup hal-hal seperti kematian anak atau menjadi korban serangan fisik yang serius.

Jenis stres selanjutnya adalah peristiwa kehidupan negatif yang terjadi di lima tahun sebelumnya seperti menganggur selama lebih dari tiga bulan atau kehilangan benda.

Hasilnya menemukan bahwa semakin tinggi jumlah kejadian hidup negatif pada seorang perempuan, maka semakin tinggi kecenderungan meningkatnya Ia mengalami obesitas.
 
"Ini adalah pekerjaan penting karena perempuan hidup lebih lama dan lebih berisiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular," tutup Albert

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gangguan Makan Lebih Banyak Dialami Perempuan, Kenapa Ya?

Gangguan Makan Lebih Banyak Dialami Perempuan, Kenapa Ya?

Health | Selasa, 14 November 2017 | 17:10 WIB

Perempuan Ini Turunkan Berat Badan Secara Drastis, Caranya?

Perempuan Ini Turunkan Berat Badan Secara Drastis, Caranya?

Lifestyle | Jum'at, 10 November 2017 | 19:29 WIB

Trauma Masa Lalu, Perempuan Bisa Depresi Jelang Menopause

Trauma Masa Lalu, Perempuan Bisa Depresi Jelang Menopause

Lifestyle | Jum'at, 31 Maret 2017 | 18:17 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB