Sunat Laser Lebih Baik? Ini Kata Dokter

Chaerunnisa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 07 Desember 2017 | 15:37 WIB
Sunat Laser Lebih Baik? Ini Kata Dokter
Ilustrasi pisang simbol lelaki disunat atau dikhitan. [shutterstock]

Suara.com - Sunat atau sirkumsisi merupakan tindakan pembedahan di bagian organ kelamin lelaki dengan tujuan menghilangkan bagian ujung kulit penis. Ada beragam metode sunat yang umum dilakukan di Indonesia, mulai dari sunat konvensional, sunat laser, hingga sunat dengan metode clamp.

Dari sekian banyak metode sunat yang umum di Indonesia, sunat laser dianggap sebagai metode paling aman dan tidak menyebabkan rasa sakit. Namun, dr Irfan Wahyudi SpU dari Rumah Sakit Siloam Asri mengungkapkan, sunat laser sebenarnya tidak memiliki kelebihan signifikan dibandingkan metode sunat lainnya.

"Laser sebenarnya alat yang menghasilkan sinar energi untuk memotong jaringan, mengontrol pendarahan dan mengangkat jaringan. Nggak ada kelebihan signifikan metode laser untuk sunat, tapi kalau untuk operasi prostat mungkin signifikansinya cukup besar. Apalagi harganya mahal," ujar dr Irfan pada temu media 'Sunat yang Aman' di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dia mengungkapkan, jika ada klinik yang menawarkan sunat laser yang murah, maka dr Irfan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Menurutnya, sunat laser yang ada di pasaran umumnya menggunakan elektrokauter.

"Pada prinsipnya elektrocauter itu sumber listrik menghasilkan panas yang digunakan untuk menghentikan pendarahan atau memotong jaringan. Jadi bukan laser yang dari mesin laser," imbuh dia.

Pada metode sunat dengan alat elektrocauter yang asal-asalan, dr Irfan menyebut ada risiko komplikasi yang bisa terjadi di mana panas akan sampai ke seluruh jaringan penis. Tampilan penis akan gosong dan jika sudah begini sulit untuk direhabilitasi karena tidak ada jaringan tubuh yang menyerupai jaringan penis.

"Komplikasi bisa dihindari kalau dokter menggunakan metode yang tepat. Itu gunanya mencari tempat yang kredibel untuk melakukan sunat. Dokter biasanya akan memeriksa kondisi penis pasien. Lalu ditentukan metode yang tepat sesuai kondisinya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sekarang, Lelaki Disunat Tak Perlu Jarum Suntik

Sekarang, Lelaki Disunat Tak Perlu Jarum Suntik

Health | Rabu, 15 November 2017 | 12:29 WIB

Trik Cegah Anak Alami Trauma Sunat

Trik Cegah Anak Alami Trauma Sunat

Health | Rabu, 15 November 2017 | 10:20 WIB

Di Tempat Ini, Lelaki Usia 76 Tahun Disunat

Di Tempat Ini, Lelaki Usia 76 Tahun Disunat

Lifestyle | Selasa, 14 November 2017 | 20:53 WIB

Kocak! Simak Chat Pasangan 'Kids Jaman Now' Saat Akan Disunat

Kocak! Simak Chat Pasangan 'Kids Jaman Now' Saat Akan Disunat

Tekno | Sabtu, 04 November 2017 | 14:46 WIB

Waspada! Laki-laki Tak Disunat Berisiko Tinggi Kena HIV

Waspada! Laki-laki Tak Disunat Berisiko Tinggi Kena HIV

Health | Jum'at, 28 Juli 2017 | 11:53 WIB

Teriak-teriak Saat Disunat, Bocah Polos Ini Bikin Ngakak

Teriak-teriak Saat Disunat, Bocah Polos Ini Bikin Ngakak

Tekno | Kamis, 06 Juli 2017 | 06:32 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB