Bumil Sering Cekcok dengan Suami? Awas Risiko Ini Menimpa Janin

Arsito Hidayatullah | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 16 Desember 2017 | 21:10 WIB
Bumil Sering Cekcok dengan Suami? Awas Risiko Ini Menimpa Janin
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

Suara.com - Kehidupan rumah tangga memang tak selalu akur. Namun, kaum ibu dan pasangan harus bisa menurunkan ego untuk bertengkar, apalagi jika Anda sedang hamil.

Disampaikan Dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata SpOG dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, pertengkaran dalam kehidupan berumah tangga dapat mempengaruhi bayi secara psikologis. Ia menyebutnya sebagai toksik stres, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi.

"Perkembangan otak bayi sangat dipengaruhi nutrisi pada saat hamil dan bagaimana kondisi mental ibu. Kalau sering stres atau ada gangguan jiwa, itu sangat berpengaruh pada perkembangan bayinya," ujar dr Ferdhy, pada temu media belum lama ini.

Stres sendiri, tambah dia, dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh bumil yang pada kadar tertentu dapat membuat ketuban pecah, sehingga bayi tidak nyaman dan mempengaruhi otak bayi.

"Stres dapat meningkatkan kortisol, sehingga ketika kortisol tinggi di dalam, cairan ketuban bisa mempengaruhi perkembangan otak si bayi. Salah satu teori yang paling umum (adalah) akan memicu ketuban pecah yang merupakan salah satu tanda bayi tidak nyaman," tambah dia.

Selain kondisi psikologis, paparan lingkungan seperti asap rokok dan timbal yang diterima bumil juga tergolong toksik stres yang dapat memicu perkembangan otak bayi. Dokter Ferdhy menyebut, pada bayi yang lahir dengan kondisi autisme umumnya ditemukan adanya kadar timbal yang lebih tinggi selama kehamilan.

"Bayi autisme memang kita belum tahu penyebabnya, tapi mungkin bisa karena timbal yang diserap janin, terutama (dari) pada pekerja yang terpapar merkuri atau tambang emas liar," tambah dia.

Kadar toksik stres ini, menurut Ferdhy, memang tidak bisa diukur ketika janin masih dalam kandungan. Namun, tanda yang bisa dilihat ketika bayi lahir adalah berat badan yang rendah dan lahir dengan kondisi kulit yang keriput.

"Bayi berat badan lahir rendah karena pertumbuhannya saat janin terhambat. Kalau psikis, motorik nggak bisa kita lihat, tapi dari fisik kelihatan bayinya kecil, lahir keriput. Itu tanda toksik stresnya tinggi," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mau Langsung Hamil Setelah Menikah? Coba Pertimbangkan Hal Ini

Mau Langsung Hamil Setelah Menikah? Coba Pertimbangkan Hal Ini

Health | Jum'at, 15 Desember 2017 | 09:26 WIB

Studi: Radiasi Smartphone Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran

Studi: Radiasi Smartphone Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran

Health | Jum'at, 15 Desember 2017 | 08:02 WIB

Emosi Ibu Hamil Naik Turun, Begini Cara Mengatasinya

Emosi Ibu Hamil Naik Turun, Begini Cara Mengatasinya

Health | Kamis, 14 Desember 2017 | 17:08 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB