Tiup Terompet Bergantian Bisa Tertular Difteri? Ini Kata Kemenkes

Rizki Nurmansyah | Firsta Nodia
Tiup Terompet Bergantian Bisa Tertular Difteri? Ini Kata Kemenkes
Menjelang tahun baru, penjual terompet mulai meramaikan kawasan Glodok, Jakarta, Rabu (27/12/2017) [Suara.com/Oke Atmaja]

Yang terpenting, kata pakar kesehatan, sudah vaksin difteri.

Suara.com - Malam pergantian tahun baru kini tinggal hitungan jam. Salah satu pernak-pernik 'wajib' dalam merayakan pergantian tahun adalah terompet.

Namun, saat ini muncul keraguan di tengah masyarakat untuk membeli terompet.

Penyebabnya lantaran adanya isu tak sebab mengenai penyebaran penyakit difteri melalui tiupan terompet bergantian atau penggunaan alat makan bersama.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Kesehatan menggarisbawahi, jika seseorang telah diimunisasi secara lengkap, maka tak perlu takut akan infeksi penyakit, karena pada dasarnya dirinya telah memiliki kekebalan spesifik terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), salah satunya difteri.

"Yang penting itu (riwayat) imunisasinya. Imunisasi itu bisa mencegah difteri. Kalau sudah imunisasi kan sudah kebal," tutur Direktur Surveilans dan Kerantina Kesehatan Kemenkes RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc.

Dijelaskan oleh dr. Jane, masyarakat memang tidak diperbolehkan untuk bergantian menggunakan peralatan makan dengan penderita Difteri. Begitu pula dengan penggunaan terompet tahun baru.

Kemenkes menyarankan agar satu terompet diperuntukkan hanya untuk satu orang, tidak untuk ditiup secara bergantian.

"Menularnya paling kalau digunakan berpindah (bergantian). Ya, itu bisa, karena ludah kita menempel di mulut terompet. Penderita (difteri) kan tidak boleh tukar menukar peralatan makan, sama saja kan salah satu penyebarannya bisa lewat air liur," terang dr. Jane.

Namun kata dia, perlu penelitian untuk dapat membuktikan apakah benar bahwa kuman difteri bisa menular dengan cepat melalui semburan ujung terompet.

Karena menurutnya, difteri merupakan penyakit yang mudah menular dengan atau tanpa media terompet sekalipun.

"Penyebaran kuman penyebab difteri ini sangat mudah, bisa melalui bicara atau bersin (yang tidak ditutup), bisa sejauh 7 meter. Tidak perlu bantuan terompet”, tandas dr. Jane.

Secara khusus kepada masyarakat, dr. Jane mengingatkan untuk tetap menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila sedang sakit, dan upayakan tidak melakukan kontak dengan penderita difteri.

loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS