Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Minggu, 01 Februari 2026 | 16:58 WIB
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
Virus Nipah (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Kemenkes minta warga waspadai virus Nipah meski belum ditemukan kasus pada manusia.
  • Masyarakat diimbau memasak nira dan mencuci buah guna mencegah penularan dari kelelawar.
  • Dinas Kesehatan seluruh daerah diperintahkan perketat pemantauan kasus suspek meningitis dan pernapasan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak lengah terhadap potensi ancaman virus Nipah, meskipun hingga saat ini belum ada laporan penularan pada manusia di Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menegaskan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan karena Indonesia berada di wilayah berisiko. Faktor kedekatan geografis serta tingginya mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Nipah menjadi pertimbangan utama.

“Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” ujar Murti dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Kemenkes secara khusus menyoroti kebiasaan konsumsi nira atau aren segar yang dinilai berisiko. Murti mengingatkan masyarakat agar tidak langsung meminum nira dari pohon karena berpotensi terkontaminasi air liur atau urine kelelawar pada malam hari.

“Sebelum dikonsumsi, nira sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Cuci dan kupas buah secara menyeluruh, serta buang buah yang memiliki tanda bekas gigitan kelelawar,” pesannya.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik dengan inang alami kelelawar buah. Penularan dapat terjadi melalui hewan perantara seperti babi, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penelitian di Indonesia pun telah mendeteksi keberadaan virus ini pada kelelawar buah jenis Pteropus, yang menunjukkan adanya potensi sumber penularan domestik.

Selain dari hewan ke manusia, virus ini juga dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita. Manifestasi klinisnya bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut ringan hingga ensefalitis (radang otak) yang mematikan.

Menyikapi risiko ini, Kemenkes telah menginstruksikan dinas kesehatan di seluruh daerah untuk memperketat pemantauan. Fokus pengawasan diarahkan pada tren kasus suspek meningitis, ensefalitis, serta infeksi saluran pernapasan berat seperti pneumonia.

Peringatan ini muncul menyusul laporan kasus virus Nipah terbaru di India. Hingga 26 Januari 2026, tercatat dua tenaga kesehatan terkonfirmasi positif di negara bagian West Bengal. Otoritas setempat kini tengah memantau lebih dari 120 kontak erat guna mencegah penyebaran lebih luas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat

Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:02 WIB

Kemenkes Kerahkan 513 Nakes ke Wilayah Paling Terisolir di Aceh

Kemenkes Kerahkan 513 Nakes ke Wilayah Paling Terisolir di Aceh

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:31 WIB

Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian

Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 19:10 WIB

Terkini

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 16:26 WIB

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:22 WIB

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:21 WIB

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:18 WIB

Rakernas Persatuan Tunanetra Indonesia, Gus Ipul Komitmen Percepat Kartu Penyandang Disabilitas

Rakernas Persatuan Tunanetra Indonesia, Gus Ipul Komitmen Percepat Kartu Penyandang Disabilitas

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:17 WIB

Lokasi PSEL Makassar Dievaluasi Ulang ?

Lokasi PSEL Makassar Dievaluasi Ulang ?

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 16:16 WIB

Sarapan Anak Sebelum Sekolah Harus Mengandung Protein, Ini Alasannya

Sarapan Anak Sebelum Sekolah Harus Mengandung Protein, Ini Alasannya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 16:16 WIB

4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus

4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:15 WIB

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:14 WIB

Mitsubishi Fuso Hadirkan Solusi Cold Chain Terintegrasi di Expo Logistik 2026

Mitsubishi Fuso Hadirkan Solusi Cold Chain Terintegrasi di Expo Logistik 2026

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 16:10 WIB

×