Konsumsi Air Alkali Efektif Cegah Penyakit, Bukan Mengobati

Vania Rossa, Firsta Nodia

Rabu, 24 Januari 2018 | 18:30 WIB
Konsumsi Air Alkali Efektif Cegah Penyakit, Bukan Mengobati
Ilustrasi: Air minum. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, manfaat air alkali bagi kesehatan sempat menuai kontroversi setelah Kementerian Kesehatan mengimbau produsen air alkali dengan merek Kangen Water menarik brosurnya di pasaran. Kemenkes menilai bahwa klaim kesehatan air alkali ini berlebihan karena diyakini dapat menyembuhkan beragam penyakit.

Lalu, apakah air alkali benar-benar bermanfaat bagi tubuh? Dokter spesialis penyakit dalam, Andy Pratama Dharma, mengatakan bahwa beragam penelitian telah mengungkap khasiat air alkali untuk mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, dan bukannya mengobati penyakit seperti yang diungkapkan para pemasar air alkali.

Ia mengatakan, ada lebih dari 500 penelitian di jurnal kedokteran yang menunjukkan manfaat air alkali dalam mempercepat penyembuhan 150 penyakit. Konsumsi air alkali secara rutin, kata dia, juga efektif mencegah timbulnya penyakit bagi orang yang sehat.

"Air alkali bisa mempercepat penyembuhan beragam penyakit, salah satunya diabetes. Pasien diabetes yang mengonsumsi air alkali secara rutin disertai dengan obat-obatan terbukti mengalami penurunan kadar gula darah dibandingkan yang hanya minum air biasa. Ini ada bukti ilmiahnya, bukan klaim biasa," ujar dr. Andy pada 'Amazing Water Conference 2018' di Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Seorang perempuan melepas dahaga dengan minum air putih. [shutterstock]

Ia menambahkan, manfaat paling besar justru dirasakan bagi orang yang sehat yang memiliki keluarga dengan penyakit kronik yang bisa diturunkan. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terkecoh informasi yang menyebutkan bahwa air alkali memiliki efek samping, karena hal ini tak pernah dibuktikan secara ilmiah.

"Penelitian tentang keamanan dan efektivitas air alkali dalam pengobatan dan pencegahan penyakit sudah diteliti sejak 1931 di Jepang menurut jurnal kedokteran. Penelitian itu lalu pada tahun 1966 dilakukan pada hewan dan manusia dan dipresentasikan ke Depkes Jepang hingga akhirnya disetujui untuk dikonsumsi," tambah dia.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Penyakit sendiri, kata dia, timbul akibat kadar asam dalam tubuh yang terlalu tinggi. Konsumsi air alkali dengan tingkat pH basa dapat membantu menetralkan asam pada tubuh sehingga mempercepat penyembuhan penyakit. Kandungan antioksidan dalam air alkali juga dapat melawan radikal bebas pemicu berbagai penyakit.

baca juga

"Dari kajian yang dilakukan, manfaat air alkali bukan untuk pengobatan tapi hanya mendampingi. Bukan berarti minum air alkali saja bisa sembuh, tapi kandungan di dalamnya bagus untuk mempercepat penyembuhan penyakit," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontroversi Klaim Kesehatan Kangen Water Hanya Salah Paham

Kontroversi Klaim Kesehatan Kangen Water Hanya Salah Paham

News | Rabu, 24 Januari 2018 | 15:58 WIB

Khasiat Air Alkali Ternyata Bohong Belaka

Khasiat Air Alkali Ternyata Bohong Belaka

Health | Rabu, 15 Maret 2017 | 10:51 WIB

Manfaat Air Alkali Hanya Mitos?

Manfaat Air Alkali Hanya Mitos?

Health | Rabu, 22 Juni 2016 | 11:39 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×