Studi: Banyak Orang Akan Alami Sindrom Cannabinoid Hyperemesis

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 19 Februari 2018 | 13:45 WIB
Studi: Banyak Orang Akan Alami Sindrom Cannabinoid Hyperemesis
Ilustrasi pengguna ganja. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan di balik studi terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal Basic and Clinical Pharmacology and Toxicology, melihat lebih dalam tentang Sindrom Cannabinoid Hyperemesis atau CHS, yang terjadi pada orang yang menggunakan ganja terlalu sering selama bertahun-tahun. Para ilmuwan memeriksa sampel orang dewasa yang dirawat di sebuah ruang gawat darurat di New York City.

Ribuan pasien disurvei untuk menemukan seberapa sering mereka menggunakan ganja. Setidaknya mereka yang disurvei mengaku menggunakannya hingga 20 hari per bulan, dan berakhir dengan 155 orang yang memenuhi kriteria mereka. Semua orang merokok ganja hampir setiap hari atau beberapa kali sehari, seringkali selama lima tahun atau lebih.

Di antara pasien tersebut, kira-kira sepertiganya memiliki gejala yang memenuhi syarat untuk diagnosis dengan CHS.

"Itu jumlah yang besar," kata Joseph Habboushe, asisten profesor di NYU Langone, jauh lebih besar dari perkiraannya.

"Beberapa rekan saya dan saya memiliki beberapa gagasan bahwa ini mungkin lebih umum daripada penelitian awal yang disarankan, tapi kami masih cukup terkejut," katanya.

Mengingat hal itu, Habboushe dan rekan-rekannya memperkirakan bahwa sebanyak 2 juta orang dewasa AS dapat terpengaruh oleh sindrom ini. Namun, mengingat ukuran sampel yang kecil, mungkin terlalu dini untuk mengatakan berapa banyak orang yang benar-benar bisa berisiko mengalami CHS.

Satu-satunya hal yang tampaknya menghentikan gejala CHS adalah menghindari ganja secara permanen. Mandi air panas dan shower hanya menawarkan perbaikan sementara.

"Sejauh yang kita tahu, tidak ada perawatan yang baik untuk ini. Sebagian besar obat anti mual tidak bekerja. Satu-satunya yang membantu adalah berhenti menggunakan ganja. Dan banyak pasien akan berhenti selama beberapa hari, dan gejala itu hilang, tapi kemudian mereka mulai merokok ganja lagi dan gejalanya kembali lagi," kata Habboushe.

Habboushe saat ini sedang mengerjakan penelitian lain yang bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa perawatan yang potensial untuk mengatasi CHS ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal CHS, Sindrom Misterius Pengguna Ganja

Mengenal CHS, Sindrom Misterius Pengguna Ganja

Health | Senin, 19 Februari 2018 | 13:11 WIB

BNN Putar Otak Agar Petani di Aceh Tak Tanam Ganja

BNN Putar Otak Agar Petani di Aceh Tak Tanam Ganja

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 12:23 WIB

Gawat! Ada Pizza Dicampur Ganja

Gawat! Ada Pizza Dicampur Ganja

Lifestyle | Kamis, 08 Juni 2017 | 19:23 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB