Terapi Ini Lebih Efektif Atasi Gagal Ginjal Kronik

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 09 Maret 2018 | 06:00 WIB
Terapi Ini Lebih Efektif Atasi Gagal Ginjal Kronik
Ilustrasi pasien gagal ginjal kronik menjalani cuci darah atau hemodialisis. (Shutterstock)

Suara.com - Komplikasi Penyakit Ginjal Kronik tidak hanya membutuhkan biaya perawatan mahal, tetapi risiko kematian juga tinggi.

Terapi untuk gagal ginjal kronik meliputi transplantasi ginjal, hemodialisis (HD) dan Continous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau sering disebut peritoneal dialisis saja.

Dengan metode peritoneal dialisis atau cuci darah sendiri dalam perut, pasien melakukan cuci darah secara mandiri dan tidak perlu ke rumah sakit.

Prof. Budi Hidayat Ketua CHEPS FKMI UI mengatakan data antara Januari 2014-Desember 2015 menunjukkan, jumlah pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir mencapai lebih dari 5 juta jiwa. Total klaim biaya perawatan cuci darah sejak 2014 hingga 2016 mencapai 7,6 triliun.

Menurut dia, CAPD sebenarnya lebih efektif dari segi biaya dibandingkan cuci darah di rumah sakit atau hemodialisis. Selain itu kualitas hidup pasien yang menjalani CAPD umumnya lebih baik, dan tidak membutuhkan klinik atau sarana khusus. Sayangnya di Indonesia, baru 2 persen pasien gagal ginjal yang melakukan tindakan CAPD.

"Data BPJS Januari-Desember 2016 menunjukkan baru 18.597 peserta CAPD dengan total biaya 98,7 miliar. Jauh dibandingkan pasien HD yang mencapai 3,1 juta orang dengan total biaya 3,1 triliun rupiah," ujar dia dalam Forum Diskusi di Kementerian Kesehatan, seperti dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Kamis (8/3/2018).

Lalu mengapa tindakan CAPD kurang disukai daripada memodialisis? Menurut Prof Budi, setelah diberlakukannya sistem asuransi nasional BPJS klinik hemodialisis berkembang pesat di Indonesia. Ia menduga, praktik ini memang sangat menguntungkan bagi provider atau rumah sakit penyedia layanan hemodialisis.

Alasan lain mengapa CAPD belum menjadi terapi utama bagi penderita gagal ginjal kronik adalah suplai cairan CAPD yang saat ini dimonopoli satu pemasok yaitu Bexter. Fresenius Medical care dan Sanbe Farma sebagai pemasok cairan CAPD saat ini masih dalam proses registrasi.

"Kesimpulannya jika ingin meningkatkan pemakaian CAPD maka dibutuh intervensi radikal yaitu mengubah sistem insentif dan mengubah sistem pembayaran sehingga rumah sakit mau beralih dari hemodialisis ke CAPD," jelas Prof Budi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selain Cuci Darah-Cangkok Ginjal, CAPD Bantu Pasien Gagal Ginjal

Selain Cuci Darah-Cangkok Ginjal, CAPD Bantu Pasien Gagal Ginjal

Health | Minggu, 05 November 2017 | 17:01 WIB

Waspada! Udara Tercemar Sebabkan Gagal Ginjal

Waspada! Udara Tercemar Sebabkan Gagal Ginjal

Health | Minggu, 24 September 2017 | 12:50 WIB

Duh, Pasien Cuci Darah Berisiko Tinggi Tertular Hepatitis C

Duh, Pasien Cuci Darah Berisiko Tinggi Tertular Hepatitis C

Health | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 14:36 WIB

Terkini

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:48 WIB

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×