Bikin Merinding, Pijat Ular Boa Berani Coba?

Ririn Indriani, Risna Halidi

Senin, 23 April 2018 | 19:25 WIB
Bikin Merinding, Pijat Ular Boa Berani Coba?
Terapi Pijat dengan Ular Boa. (@thisisinsider/Twitter)

Suara.com - Pijat merupakan salah satu cara untuk merilekskan tubuh sehingga terasa segar dan bugar lagi, namun apa jadinya bila Anda terapi pijat ular boa.

Anda pasti akan bergidik dan bertanya-tanya, apa ada terapi pijat dengan ular boa? Jawabannya, ada di New York, Amerika Serikat.

Ya teknik pijat menggunakan hewan melata ini ternyata ada di Negeri Paman Sam. Ini terungkap lewat unggahan video dalam akun @theinsider di Twitter.

Video tersebut menunjukkan seorang perempuan bernama Abby yang tengah dipijat di Wholeness Center di Valley Cottage, New York.

"Saya sedikit gugup. Saya tidak takut pada ular tetapi saya tidak terbiasa merasakan ular langsung di tubuh saya. Bagaimana pun, banyak yang beranggapan bahwa pijat ular ini membuat Anda jauh lebih rileks, lebih merasa bahagia, dan ular itu hewan yang keren," ungkap Abby dalam video tersebut.

Ia menjelaskan bahwa terapi ular sudah lama populer di Indonesia dan Israel, hingga akhirnya mulai merambah New York, Amerika Serikat.

Terapi ini dipercaya dapat membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan memberikan manfaat rileksasi, karena tekanan yang diberikan ular lebih lembut.

Orang di balik terapi pijat ular adalah Serpentessa. Perempuan ini mengaku sudah menjual jasa pijat ular sejak 15 tahun lalu.

"Ular dikenal sebagai hewan buas, tapi ketika dia diajari dengan baik maka dia akan sangat dekat dengan pengajarnya dan bisa bermanfaat untuk banyak orang," terang Serpentessa.

Dia menjelaskan pijat ular ini bisa bermanfaat, karena salah satunya adalah tulang ular itu sendiri. "Percaya atau tidak, penekanan yang dilakukan ular di tubuh manusia, membuat hormon endorpin dan oksitosin seseorang meningkat dan karena itu, seseorang bisa merasa lebih rileks dan bahagia setelahnya," sambungnya.

Proses pemihatan dimulai dengan meletakkan ular di atas tubuh klien yang terbaring. Kemudian, biarkan ular meliuk-liuk di tubuh. Satu hal yang penting, sebelum proses pemijatan, perlu adanya pendekatan antara si ular dan klien.

Ini menjadi penting agar timbul rasa nyaman antara keduanya dan menghindari risiko ular tiba-tiba menjadi ganas.

Serpentessa memiliki 10 ekor ular berjenis boa. Dalam satu praktik pijat ular, ia akan menggunakan empat ekor boa sekaligus.

Penempatan titik ular biasanya ada pada bagian punggung, kaki, kepala, hingga tangan. Percaya atau tidak, ular akan memberikan rangsangan lebih pada titik-titik yang suhu tubuhnya hangat.

Ini menandakan klien merasa bermasalah di titik tersebut. Bagaimana, berani coba?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pijatan Bisa Dongkrak Gairah Seks, Begini Caranya!

Pijatan Bisa Dongkrak Gairah Seks, Begini Caranya!

Lifestyle | Senin, 01 Januari 2018 | 21:15 WIB

Saat Patah Tulang Jangan Dipijat, Ini Bahayanya!

Saat Patah Tulang Jangan Dipijat, Ini Bahayanya!

Health | Kamis, 26 Oktober 2017 | 08:54 WIB

Nikmati Pengalaman Dipijat dengan 3 Teknik Menenangkan di Sini

Nikmati Pengalaman Dipijat dengan 3 Teknik Menenangkan di Sini

Lifestyle | Minggu, 10 September 2017 | 11:12 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB