Ini Tantangan Penanganan Asma di Era JKN

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 30 April 2018 | 17:24 WIB
Ini Tantangan Penanganan Asma di Era JKN
Ilustrasi penderita asma. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Asma merupakan salah satu penyakit gangguan pernapasan yang masuk kategori lima besar dengan pengidap terbanyak di Indonesia. Penyakit ini membuat penderitanya sulit bernapas sehingga menurunkan kualitas hidupnya.

Sayangnya obat-obatan belum ada yang mampu memyembuhkan penyakit ini. Menanggapi hal tersebut Prof Dr. Wiwien Heru Wiyono Ph.D Sp.P (K), FISR, mengatakan bahwa yang bisa dilakukan adalah mengontrol asma untuk mengurangi dan mencegah serangan asma.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada dua mekanisme dasar yang memicu serangan asma, yakni saluran napas yang hipersensitif dan peradangan kronik. Pada penderita asma yang hipersensitif, saluran napasnya akan menyempit jika terpapar oleh pemicu seperti alergen, perubahan cuaca, aktivitas berlebihan, polusi udara, infeksi saluran napas, emosi berlebihan hingga obat-obatan tertentu.

"Kalau peradangan kronik itu timbul ketika ada peradangan di saluran mukosa sistem pernapasan. Hal ini memicu produksi lendir yang berlebihan dan saluran napas menjadi sempit," ujar Prof Wiwien pada peringatan World Ashma Day di Kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Senin (30/4/2018).

Serangan asma, tambah dia, bisa hilang spontan maupun dengan pengobatan. Obat pelega merupakan salah satu pertolongan utama bagi penderita asma yang hipersensitif, sedangkan kondisi asma karena peradangan biasanya diatasi dengan obat antiperadangan.

Di Indonesia, kata Prof Wiwien, prevalensi penderita asma menurut survei Riset Kesehatan Dasar 2013 mencapai 4.5 persen. Meski demikian, penanganan asma di Indonesia masih menemui berbagai kendala terutama di era sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) mengatakan ada dua tantangan yang dihadapi dalam penanganan asma di Indonesia. Pertama, kata dia, ketersediaan fasilitas diagnosis asma yang baru bisa dijangkau masyarakat di fasilitas layanan kesehatan tingkat sekunder alias rumah sakit.

"Dilihat dari sistem diagnosis, untuk asma tersedia di layanan sekunder. Di beberapa puskesmas ada, tapi belum di seluruh Indonesia. Ke depannya sebaiknya ada di puskesmas sehingga bisa lebih awal dideteksi dan lebih awal diobati," terang Dr Agus.

Kedua, ketersediaan obat untuk mengontrol serangan asma juga hanya tersedia di rumah sakit. Era JKN, sambungnya, menerapkan sistem rujuk balik. Artinya dalam mendiagnosis asma, puskesmas akan merujuk ke rumah sakit. Lalu untuk mekanisme pengobatan akan dikembalikan ke puskesmas dan merujuk balik ke rumah sakit karena obat-obatan hanya tersedia di fasilitas kesehatan sekunder.

baca juga

"Sistem rujuk balik hanya menyusahkan masyarakat. Mohon dipertimbangkan lagi sistem ini dan diharapkan obat pengontrol asma tingkat pertama ada di layanan primer," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pertolongan Pertama pada Penderita Asma yang Kambuh

Ini Pertolongan Pertama pada Penderita Asma yang Kambuh

Health | Senin, 30 April 2018 | 16:35 WIB

Kegiatan Bersih-Bersih Dapat Memengaruhi Fungsi Paru-Paru

Kegiatan Bersih-Bersih Dapat Memengaruhi Fungsi Paru-Paru

Health | Senin, 19 Februari 2018 | 18:05 WIB

Bumil Sering Minum Manis Tingkatkan Risiko Asma pada Anak

Bumil Sering Minum Manis Tingkatkan Risiko Asma pada Anak

Health | Senin, 11 Desember 2017 | 11:42 WIB

Terkini

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

×