Bisakah Perempuan Penderita Lupus Miliki Keturunan?

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 08 Mei 2018 | 16:15 WIB
Bisakah Perempuan Penderita Lupus Miliki Keturunan?
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu kekhawatiran yang dirasakan orang dengan lupus atau disebut juga odapus adalah peluang memiliki keturunan. Alasannya, odapus harus mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu perkembangan janin untuk mengontrol penyakitnya.

Namun, disampaikan Dr. Sumariyono, SpPD, KR, MPH selaku Ketua PB Perhimpunan Reumatologi Indonesia, lupus bukan halangan bagi kaum hawa untuk hamil. Namun tentu saja ada persyaratan yang harus dipatuhi agar kondisi ibu dan janin sehat hingga proses persalinan.

"Lupus tidak masalah dengan kesuburan. Tapi syaratnya memang lupusnya harus terkontrol," ujar dr. Sumariyono pada temu media di Direktorat Jenderal P2PTM Kementerian Kesehatan, Selasa (8/5/2018).

Ia menambahkan, jika lupus tidak terkontrol, tentu saja dokter akan melarang pasien perempuannya untuk hamil karena dapat memicu keguguran dan menghambat pembentukan organ pada janin. Ia pun mengimbau agar pasien lupus yang berencana untuk hamil mengonsultasikan lebih dulu ke dokter.

"Ada strategi atau protokol cara hamil secara aman untuk lupus, yakni penyakitnya harus dikendalikan. Setelah 6 bulan terkendali, maka relatif aman untuk hamil. Selama 2-3 tahun terakhir ada pasien saya yang lupus anaknya sehat, dia sehat. Tapi dia memang kontrolnya rajin. Syaratnya diobati dulu," tambah dia.

Salah satu odapus yang sukses memiliki keturunan adalah Tiara Savitri. Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Lupus Indonesia ini mengatakan bahwa dirinya sempat dilarang oleh dokter untuk hamil. Benar saja, ia harus merasakan keguguran tiga kali karena kondisi lupus yang diidapnya.

Namun ketika mendapatkan pengobatan secara teratur sehingga kondisi lupusnya terkontrol, Tiara kembali hamil hingga berhasil melahirkan bayinya dalam kondisi sehat.

"Waktu hamil, dokter mengatakan kondisi lupus bisa semakin berat atau justru mereda. Saya merasa yang kedua, setelah hamil lupus saya justru lebih tenang hingga remisi sampai sekarang. Kambuh sih pasti, karena lupus memang penyakit seumur hidup," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Penyakit Lupus Disebut Sebagai Seribu Wajah

Ini Alasan Penyakit Lupus Disebut Sebagai Seribu Wajah

Health | Selasa, 08 Mei 2018 | 14:44 WIB

Perempuan yang Gemar Sayur dan Buah Lebih Cepat Hamil?

Perempuan yang Gemar Sayur dan Buah Lebih Cepat Hamil?

Health | Jum'at, 04 Mei 2018 | 15:35 WIB

Ingin Cepat Hamil? Konsumsi Makanan Ini

Ingin Cepat Hamil? Konsumsi Makanan Ini

Lifestyle | Kamis, 03 Mei 2018 | 14:15 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB