Otak Beku Setelah Minum Es, Ini Penjelasannya

Vania Rossa | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 24 Mei 2018 | 16:22 WIB
Otak Beku Setelah Minum Es, Ini Penjelasannya
Ilustrasi es krim. (Shutterstock)

Suara.com - Brain freeze atau otak beku, merupakan sensasi beku yang menjalar hingga ke kepala sesaat setelah mengonsumsi es krim atau minuman dingin lainnya. Brain freeze menyebabkan sakit kepala yang tiba-tiba, namun akan menghilang dengan cepat pula beberapa menit kemudian. Apa penyebabnya?

Sphenopalatine ganglion (SPG) adalah sekelompok sel saraf yang terhubung ke saraf trigeminal, yang merupakan pusat dari sakit kepala. Sekumpulan saraf ini ditemukan di bagian belakang hidung dan bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi tentang sensasi seperti rasa sakit.

Ketika Anda mengonsumsi sesuatu yang dingin dan menyentuh bagian belakang tenggorokan dan langit-langit mulut, pembuluh darah kecil di area tersebut tiba-tiba menyempit dan kemudian melebar kembali dengan cepat. Saat itulah rasa tak nyaman akan dirasakan oleh reseptor rasa sakit dan menyebabkan sinyal rasa sakit dikirim melalui sekelompok saraf ke saraf trigeminal dan ke otak.

Oleh otak, sensasi rasa sakit karena stimulus dingin ini ditafsirkan berasal dari kepala, dan bukannya dari mulut. Itu sebabnya, sensasi tersebut menyebabkan rasa beku di kepala Anda.

Kecepatan Anda ketika mengonsumsi es juga bisa memicu terjadinya brain freeze. Jika Anda minum es cepat-cepat, Anda akan lebih mungkin mengalami brain freeze. Tapi, ada juga orang-orang tertentu yang melaporkan mengalami sensasi otak beku ini meski ia minum es secara perlahan.

Sensasi otak beku ini biasanya paling sering dialami mereka yang rentan mengalami migrain. Begitu juga dengan riwayat keluarga, di mana anak-anak yang memiliki orangtua dengan riwayat brain freeze cenderung mengalami hal yang sama.

Meski begitu, kondisi brain freeze tak akan bertahan lama. Meski sampai saat ini tidak diketahui cara mengobati jenis sakit kepala yang satu ini, brain freeze bisa menghilang dengan cepat, secepat ia datang saat Anda mengonsumsi es. Paling lama, sensasi ini akan memudar dalam waktu 10 menit.

Lalu, bagaimana kalau brain freeze berlangsung lebih lama dari 10 menit? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakannya. Pertama, tekan lidah Anda ke langit-langit mulut. Cara ini akan memberi 'kehangatan' pada bagian langit-langit dan belakang mulut Anda, sehingga diharapkan dapat meringankan rasa sakit.

Cara selanjutnya, cobalah minum atau makan sesuatu yang hangat. Ini akan membantu menghangatkan langit-langit mulut Anda dan mempercepat meredakan rasa sakit.

Kemudian yang paling penting, hindari terlalu banyak mengonsumsi es atau minuman yang sangat dingin. Konsumsilah es dan minuman dingin lainnya secara perlahan dengan memberi jeda di antara setiap gigitan atau tegukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Mengapa Puasa Rentan Sakit Kepala

Ini Mengapa Puasa Rentan Sakit Kepala

Health | Kamis, 24 Mei 2018 | 14:00 WIB

Hati-hati Sakit Kepala Karena Cabai

Hati-hati Sakit Kepala Karena Cabai

Tekno | Senin, 21 Mei 2018 | 17:56 WIB

Minum Es Bikin Janin Bertubuh Besar, Benarkah?

Minum Es Bikin Janin Bertubuh Besar, Benarkah?

Health | Selasa, 17 Februari 2015 | 13:50 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB