Perempuan Ini Jalani Rekonstruksi Vagina dari Kulit Ikan Nila

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 02 Juni 2018 | 11:30 WIB
Perempuan Ini Jalani Rekonstruksi Vagina dari Kulit Ikan Nila

Suara.com - Seorang perempuan di Brazil yang lahir tanpa vagina, baru-baru ini menjalani operasi rekonstruksi pembuatan vagina baru menggunakan kulit ikan nila.

Para peneliti di University Federal Ceara (UFC) yang dipimpin oleh dokter kandungan Leonardo Bezerra, mengungkapkan bahwa prosedur bernama neovaginoplasty ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kulit nila berperan sebagai sel induk untuk membentuk dinding saluran vagina buatan.

Sebelum digunakan, kulit ikan tentu saja akan mengalami proses pembersihan dan sterilisasi khusus di laboratorium diikuti dengan iradiasi untuk membunuh virus. Proses ini dilakukan untuk menghilangkan semua sisik dan bau amis dari ikan itu sendiri.

Marinho, nama perempuan tersebut, tak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya menjadi perempuan seutuhnya. Operasi ini telah mengubah hidupnya dan membuatnya merasa seperti perempuan karena dapat menikmati kehidupan seks yang sehat.

Ia mengenang bahwa saat remaja, ia kerap menangisi diri karena tak memiliki lubang vagina. Ia berpikir dunianya telah berakhir karena tak bisa memiliki anak. Tak hanya itu, sang pacar pun memutuskan hubungannya sejak tahu Marinho memiliki gangguan reproduksi.

Tapi tahun lalu, enam bulan setelah setuju untuk menjadi bahan penelitian University Federal Ceara (UFC), kehidupan Marinho berubah. Ia akhirnya melakukan hubungan seks untuk pertama kali dengan pasangannya Marcus Santos, yang selama ini menerima kondisi Marinho apa adanya.

"Saya menghabiskan tiga bulan memulihkan diri dari operasi dan kemudian dokter memberi saya kesempatan untuk melakukan hubungan seks pada Oktober tahun lalu," kata Marinho.

Dokter Bezerra mengatakan, neovaginoplasty merupakan metode pembedahan non invasif untuk membuat saluran vagina dengan tingkat pemulihan yang lebih cepat tanpa bekas luka yang terlihat. Pelibatan kulit ikan nila sendiri telah melalui uji ilmiah karena memiliki kekuatan seperti kulit manusia.

"Penelitian menunjukkan bahwa kulit nila mengandung banyak uap air dan kaya kolagen tipe 1, protein yang mendorong penyembuhan. Kulit nila juga memiliki karakteristik seperti kulit manusia," tambah dia.

Sejak 2015, para ilmuwan di UFC Research and Development of Medicines Nucleus yang dipimpin oleh Profesor Odorico Moraes, telah melakukan uji coba penggunaan kulit ikan air tawar untuk menyembuhkan lebih dari 200 korban dengan luka bakar yang parah. Hasilnya, pasien luka bakar mengalami pemulihan lebih cepat dan kulit yang rusak bisa diminimalisir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Saluran Vagina Bisa Bengkok?

Benarkah Saluran Vagina Bisa Bengkok?

Health | Selasa, 15 Mei 2018 | 12:24 WIB

Ternyata, Begini Cara Membersihkan Vagina yang Benar

Ternyata, Begini Cara Membersihkan Vagina yang Benar

Lifestyle | Jum'at, 11 Mei 2018 | 10:30 WIB

Vagina Gatal Saat Menstruasi? Ini Penyebabnya

Vagina Gatal Saat Menstruasi? Ini Penyebabnya

Health | Senin, 23 April 2018 | 13:15 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB