Ingin Tahu Fakta Terkini Tentang Kasus Kanker di Dunia? Baca Ini!

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Minggu, 03 Juni 2018 | 13:48 WIB
Ingin Tahu Fakta Terkini Tentang Kasus Kanker di Dunia? Baca Ini!
Pencegahan dan pengobatan kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Jumlah kasus kanker yang didiagnosis di seluruh dunia setiap tahun meningkat hampir sepertiga dalam dekade terakhir. Itu artinya, jutaan orang akan didiagnosis kanker dalam hidup mereka.

Para peneliti mengatakan ada kekhawatiran akan peningkatan kanker kulit, paru-paru dan kolorektal, yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah dengan mengatasi kebiasaan gaya hidup seperti berhenti merokok dan diet.

Global Burden of Disease Cancer Collaboration mengaudit tingkat diagnosis dan kematian 29 jenis kanker di seluruh dunia setiap tahunnya.

Laporan terbarunya yang diterbitkan dalam jurnal Onkologi JAMA, seperti dilansir Independent.co.uk menunjukkan, ada 17,2 juta kasus kanker, dan 8,9 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia pada 2016.

Namun, pertumbuhan terbesar terlihat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, yakni negara berkembang yang menjadi target pasar industri raksasa tembakau dan masuknya makanan murah dalam beberapa dekade terakhir.

"Kami menyoroti pentingnya memfokuskan upaya pengendalian tembakau pada negara-negara indeks demografi sosial yang lebih rendah (SDI). Untuk menghindarinya negara-negara ini harus mengalami tragedi kematian terkait tembakau yang tidak perlu, yang saat ini harus dihadapi oleh negara-negara SDI," jelas para penulis penelitian.

Hingga saat ini, kanker paru-paru tetap menjadi kanker pembunuh terbesar di dunia, terhitung 20 persen dari semua kematian pada 2016. Meski demikian pada perempuan, kanker payudara masih menjadi penyebab kematian terbesar.

Para penulis menambahkan bahwa semakin meningkatnya polusi udara dari mobil dan sumber industri bahkan bahan kimia rumah tangga, harus dianggap sebagai "faktor risiko penting" untuk mengurangi kematian akibat kanker paru.

Meningkatnya popularitas alkohol di samping makanan olahan dan gaya hidup juga merupakan faktor yang berkontribusi pada peningkatan kanker kolorektal. Hasi Audit terkini menemukan Australia dan Selandia Baru memiliki tingkat diagnosis kanker paling tinggi.

"Sementara peningkatan kanker paru-paru, kolorektal, dan kulit selama dekade terakhir memprihatinkan, potensi pencegahan sangatlah penting," kata Dr Christina Fitzmaurice, asisten profesor kesehatan global di University of Washington.

Upaya pencegahan yang penting seperti pengendalian tembakau, intervensi diet, dan kampanye promosi kesehatan yang lebih luas perlu ditingkatkan dalam menanggapi peningkatan kanker yang berhubungan dengan gaya hidup.

Kenaikan kanker akibat gaya hidup telah diimbangi sebagian oleh penurunan kanker leher rahim dan perut, yang disebabkan oleh penyakit menular seperti human papilloma virus (HPV).

Sayangnya, di beberapa negara berkembang, perawatan kanker masih dianggap belum maksimal, karena program vaksinasi dan skrining biayanya mahal. Akibat kondisi ini menyebabkan mereka yang tinggal di beberapa negara berkembang itu empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker serviks, yang merupakan pembunuh kanker terbesar di wilayah ini.

Karenanya, tak heran jika begitu banyak kematian akibat kanker di negara-negara berkembang. Sementara di negara-negara maju, harapan hidup mereka lebih panjang dan program skrining nasional berada di peringkat teratas untuk diagnosis baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabar Gembira! Vaksin Kanker Otak di Depan Mata

Kabar Gembira! Vaksin Kanker Otak di Depan Mata

Health | Kamis, 31 Mei 2018 | 10:25 WIB

Lewat Foto, Anak Ini Terselamatkan dari Kanker Berbahaya

Lewat Foto, Anak Ini Terselamatkan dari Kanker Berbahaya

Health | Selasa, 29 Mei 2018 | 15:20 WIB

Kanker pada Anak Dapat Dipicu dari Rumah yang Terlalu Bersih

Kanker pada Anak Dapat Dipicu dari Rumah yang Terlalu Bersih

Health | Selasa, 29 Mei 2018 | 19:15 WIB

Terkini

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

×