Kanker pada Anak Dapat Dipicu dari Rumah yang Terlalu Bersih

Selasa, 29 Mei 2018 | 19:15 WIB
Kanker pada Anak Dapat Dipicu dari Rumah yang Terlalu Bersih
Ilustrasi anak bermain di rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Punya rumah bersih adalah syarat wajib bagi orangtua yang punya anak. Tapi, rumah yang terlalu bersih justru tidak baik untuk kesehatan anak, bahkan dapat memicu kanker. Lho, kok bisa?

Sebuah penelitian baru mengungkap, membesarkan anak-anak di rumah yang terlalu bersih malah meningkatkan risiko mereka terkena kanker.

Salah satunya adalah Acute lymphoblastic leukemia (ALL) atau leukemia limfoblastik akut, yang sebenarnya dapat dicegah jika sistem kekebalan anak-anak telah dipersiapkan sejak tahun pertama kehidupan mereka. Misalnya dengan membiarkan mereka terpapar bakteri saat menyusui, lewat persalinan normal, atau ketika bermain dengan mainan kotor bersama anak-anak lain.

Profesor Mel Greaves, pemimpin studi yang telah memelajari penyakit ini selama 30 tahun, mengatakan bahwa sebagian besar kasus leukemia pada masa kanak-kanak sebenarnya bisa dicegah.

"Orangtua baru seharusnya tak perlu khawatir tentang penyakit infeksi yang umum terjadi pada anak, dan mendorong kontak sosial mereka di tahun pertama kehidupan. Orangtua harus membiarkan bayi mereka bermain dengan sebanyak mungkin anak-anak, bermain dengan mainan yang sama, saling menyentuh satu sama lain. Saya juga mendorong para ibu untuk menyusui bayi mereka," ungkap Greaves, yang hasil penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal Nature Reviews Cancer.

Anak-anak sebenarnya dapat mengalami risiko penyakit ini hanya jika mereka lahir dengan mutasi genetik tertentu, yang terjadi secara acak pada satu dari 20 kehamilan. Tapi hal tersebut juga bisa dipicu ketika anak belum pernah tereskpos kuman atau terkena infeksi virus di tahun pertama kehidupannya, misalnya flu.

Penyakit leukemia limfoblastik akut merupakan jenis kanker yang memengaruhi empat perlima kasus leukemia pada anak-anak.

Kejadian ini paling banyak terjadi di keluarga kaya, di mana mereka memiliki lebih sedikit saudara kandung, bersosialisasi lebih sedikit dengan anak-anak lain, dan memiliki rumah yang super bersih. Kasus leukemia limfoblastik akut juga meningkat sekitar 1 persen per tahun di negara maju.

Kesimpulan ini diambil oleh Institute of Cancer Research di London, berdasarkan pada studi yang dilakukan terhadap populasi manusia dan percobaan pada tikus. Para ilmuwan tidak menemukan bukti bahwa jenis leukimia ini disebabkan oleh radiasi, gelombang elektromagnetik, kabel listrik, atau bahan kimia.

Baca Juga: Ingetin Salat, Mytha Lestari Malah Diprotes Warganet

Meski begitu, Dr. Alasdair Rankin dari badan amal kanker darah Bloodwise mengatakan agar para orangtua tidak khawatir dengan hasil penelitian ini. Leukemia pada anak sangat jarang terjadi, dan angka kejadiannya hanya sekitar satu dari 2.000 anak.

"Saat anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat di awal kehidupannya, risiko mereka akan berkurang," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI