Gara - gara Diet Keto, Kacaulah Siklus Menstruasi

RR Ukirsari Manggalani, Dinda Rachmawati

Jum'at, 17 Agustus 2018 | 19:45 WIB
Gara - gara Diet Keto, Kacaulah Siklus Menstruasi
Ilustrasi perempuan menjalani diet keto [Shutterstock].

Suara.com - Tahukah Anda jika diet keto bisa menimbulkan masalah pada siklus menstruasi, termasuk membuatnya datang tidak teratur? Begitulah penjelasan yang diberikan oleh Angela Chaudhari, M.D, ginekolog di Northwestern Memorial Hospital,Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

"Diet keto bisa mempengaruhi masa menstruasi perempuan, karena penurunan berat badan yang cepat mungkin saja dialami oleh mereka. Penurunan berat badan yang cepat ini bisa mengubah keseimbangan hormon estrogen - progesteron dan mempengaruhi ovulasi, sehingga menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur," jelasnya seperti dilansir Women's Health Magazine.

Bahkan, menstruasi yang tidak teratur ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa Anda harus khawatir pada diet keto. Karena, kata Angela Chaudhari, menstruasi Anda bisa benar-benar berhenti karena menjalani diet itu.

Perempuan yang menurunkan berat badan dengan cepat atau menjadi sangat kurus bisa menjadi amenore, yang berarti tidak mengalami menstruasi, karena terjadinya anovulasi, atau kurangnya ovulasi," kata Angela Chaudhari.

Meski sedang membicarakan diet keto, masalah ini tetap bisa terjadi karena penurunan berat badan yang cepat mungkin saja disebabkan oleh hal lain. Jadi, ini tidak secara eksklusif untuk diet keto saja.

"Ini juga bisa terjadi karena diet yang sangat rendah kalori, olah raga yang berlebihan, atau memiliki BMI (Body Mass Index) yang sangat rendah. Hal ini bisa menyebabkan beberapa hormon di otak Anda yang mengatur ovulasi jadi menurun. Karena itu terjadi pencegahan  ovulasi atau penundaan ovulasi yang berakibat ketidakteraturan menstruasi," jelasnya.

Masalah lain pada ketidakteraturan siklus menstruasi adalah karena kurangnya karbohidrat yang Anda konsumsi. Meski buktinya sangat terbatas, tetapi kata Angela Chaudhari, pembatasan karbohidrat yang ekstrem bisa menyebabkan perubahan dalam hormon lutenizing, hormon yang dilepaskan dari otak.

"Ketika tubuh berfungsi normal, hormon lutenizing yang berkontribusi pada ovulasi teratur, bisa bekerja. Tetapi karena karbohidrat dibatasi, hormon lutenizing langsung mendapatkan sinyal yang bisa menyebabkan amenorrhea atau hypomenorrhea," ungkapnya.

Namun kabar baiknya, diet keto mungkin bermanfaat untuk perempuan dengan polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik,  yaitu gangguan hormonal yang mencegah ovarium melepaskan telur, menurutnya.

baca juga

"Ada data yang muncul bahwa pasien dengan PCOS, yang biasanya memiliki masalah dengan kesuburan, bisa terbantu dengan diet ini, sehingga masa menstruasinya lebih reguler membuat pasien lebih responsif terhadap perawatan kesuburan," kata Ula Abed Alwahab, MD, seorang ahli endokrin di Klinik Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.

Itu karena, dengan PCOS, kelebihan insulin dalam tubuh perempuan juga meningkatkan kadar androgen dan testosteronnya, yang kemudian membatasi produksi estrogen dan kemampuan tubuh untuk berovulasi.

Diet keto, bagaimanapun, bisa membantu mengurangi peradangan dan resistensi insulin, yang biasanya terlihat pada pasien PCOS, kata Ula Abed Alwahab.

Menurunkan berat badan pada diet keto juga mungkin membuka peluang terjadinya gejala PCOS. Semua perempuan dengan PCOS, bisa menjalani diet keto untuk sebagai metode untuk membantu mencapai tujuan penurunan berat badan," tambah Angela Chaudhari.

Dengan memiliki BMI yang lebih sehat, perempuan lebih cenderung berovulasi secara teratur menuju periode yang semakin teratur. Tetapi, seperti halnya diet apa pun, adalah perlu untuk mendiskusikan diet keto dengan dokter Anda sebelum melakukannya, terutama ketika Anda berurusan dengan masalah medis seperti PCOS.

Dan alih-alih berfokus pada diet tertentu, seperti diet keto, sangat penting untuk menemukan diet yang berkelanjutan dan sehat yang membantu Anda dalam mempertahankan berat badan yang sehat dan akhirnya, membuat menstruasi menjadi stabil, kata Angela Chaudhari.

"Pasien yang menyantap makanan sehat, diet yang baik, dan mempertahankan BMI normal lebih mungkin memiliki siklus ovulasi teratur," tutup  Angela Chaudhari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Darah Menggumpal saat Menstruasi, Bisa Jadi Tanda Bahaya

Darah Menggumpal saat Menstruasi, Bisa Jadi Tanda Bahaya

Health | Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:58 WIB

Ini Cara yang Benar Menjaga Kulit Wajah Tetap Cantik dan Kenyal

Ini Cara yang Benar Menjaga Kulit Wajah Tetap Cantik dan Kenyal

Lifestyle | Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:00 WIB

Sandiaga Uno Suka Minum Infused Water, Apa Sih Manfaatnya?

Sandiaga Uno Suka Minum Infused Water, Apa Sih Manfaatnya?

Health | Senin, 13 Agustus 2018 | 19:00 WIB

Mau Bugar di Usia 75 Tahun Seperti Ma'ruf Amin? Ini Rahasianya!

Mau Bugar di Usia 75 Tahun Seperti Ma'ruf Amin? Ini Rahasianya!

Health | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 19:38 WIB

Terkini

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:26 WIB

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:25 WIB

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:19 WIB

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:14 WIB

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:13 WIB

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:08 WIB

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:05 WIB

×