Kondisi Langka Bikin Ibu Ini Bisa Menyumbang Seribu Porsi ASI

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Senin, 27 Agustus 2018 | 20:15 WIB
Kondisi Langka Bikin Ibu Ini Bisa Menyumbang Seribu Porsi ASI
Ilustrasi ASI yang dipompa. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang ibu dengan kondisi langka yang menghasilkan ASI berlebih telah menyumbang hampir 1.000 pint (porsi) ASI untuk membantu ibu dan bayi lain yang membutuhkan.

Sementara beberapa ibu berjuang untuk menghasilkan ASI, Tabitha Frost memiliki sindrom hiperlaktasi, yang berarti dia menghasilkan tiga kali lebih banyak ASI daripada rata-rata seperti dikutip dari Independent.co.uk.

Untuk mengontrol kelebihan pasokan, ibu dari tiga anak itu harus memompa setiap tiga jam sekali.

Kelebihan ini lantas ia sumbangkan kepada keluarga di sekitar tempat tinggalnya, khususnya bayi yang memiliki alergi terhadap susu formula atau lahir prematur, yang berarti ibu mereka mungkin belum bisa memproduksi ASI yang dibutuhkan.

Wanita yang juga Blogger berbasis di Carlsbad, California percaya dia telah menyumbangkan sekitar 15.000 oz sejak buah hatinya Cleo lahir.

"Saya baru-baru ini menyumbangkan ASI untuk sepasang saudara kembar yang lahir prematur. Mereka memiliki kondisi yang mengharuskan mereka diberi makan melalui tabung," kata Frost.

Dia ingat saat seorang perawat pertama kali memberi tahu dia bahwa dia mungkin mengalami hiperlaktasi.

"(Perawat) belum pernah melihat begitu banyak susu sebelumnya," katanya.

Sekarang, Frost harus siap untuk memompa setiap saat, di mana pun dia berada atau apa yang dia lakukan.

baca juga

“Rutinitas saya tidak menghentikan hal tersebut, baik saat saya sedang liburan, saya sedang tidak enak badan, atau kurang tidur. Saya selalu melakukannya," katanya, seakan menggambarkan memompa ASI sebagai pekerjaan penuh waktu.

“Saya akan memompa dimanapun saya berada. Saya pernah memompa di konser, di pertandingan bisbol. Saya memompa di mobil, saya pompa di museum. Saya tidak akan membiarkan kehidupan menghalangi," tambah dia.

Setelah dipompa ke dalam wadah yang sudah disterilisasi, ASI dibekukan agar tetap awet sebelum disumbangkan melalui sebuah perusahaan bernama Prolacta.

Ibu berusia 29 tahun itu mengaku kadang-kadang rutinitasnya mengganggu waktu yang dihabiskannya bersama suaminya, Nick (35), yang bekerja sebagai pengembang properti.

"Kami bahkan akan keluar pada malam kencan dan saya harus menghabiskan 15 menit untuk melangkah pergi untuk terus memompa. Dia tahu bahwa di mana pun saya berada, setiap tiga jam, saatnya untuk memompa," ujar Frost lagi.

“Ini benar-benar pekerjaan yang berat, tetapi sangat bermanfaat. Saya tidak mau berhenti dalam waktu dekat," tutupnya.

Tapi kondisi langka tersebut tidak membuatnya patah semangat menjadi seorang ibu, ia menyumbangkan ASI tersebut karena bersyukur, melihat kondisi di luar sana banyak ibu yang tidak memiliki ASI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ASI Eksklusif di Indonesia 35 Persen, Menkes Ungkap Penyebabnya

ASI Eksklusif di Indonesia 35 Persen, Menkes Ungkap Penyebabnya

Health | Senin, 20 Agustus 2018 | 18:30 WIB

Diputusin Kekasih karena Gemuk, Perempuan Ini Diet ASI, Kok Bisa?

Diputusin Kekasih karena Gemuk, Perempuan Ini Diet ASI, Kok Bisa?

Health | Senin, 20 Agustus 2018 | 20:15 WIB

Menkes Imbau Busui Korban Gempa Lombok Tetap Beri ASI Eksklusif

Menkes Imbau Busui Korban Gempa Lombok Tetap Beri ASI Eksklusif

Health | Senin, 20 Agustus 2018 | 13:23 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 15:55 WIB

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 15:53 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 15:52 WIB

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:50 WIB

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:49 WIB

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:40 WIB

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:34 WIB

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 15:32 WIB

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:31 WIB

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:30 WIB

×