Ilmuwan Tantang Capres Cawapres yang Peduli Isu Kesehatan

Silfa Humairah Utami, Firsta Nodia

Sabtu, 22 September 2018 | 12:07 WIB
Ilmuwan Tantang Capres Cawapres yang Peduli Isu Kesehatan
Vaksin MR ( shutterstock )

Suara.com - Seperti kita tahu, baru-baru ini Indonesia kembali dihadapkan dengan kontroversi halal haram vaksin MR yang membuat cakupan imunisasi campak dan rubella belum mencapai target.

Bukan tidak mungkin bahwa dalam beberapa tahun kedepan, kedua penyakit ini kembali mewabah di Indonesia.

Bertepatan dengan pemilihan calon presiden dan wakil presiden yang  telah mendapat nomor urut kepesertaan pada Pilpres 2019 mendatang.

Prof dr Musdah Mulia MA, ilmuwan AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) sekaligus Dosen UIN Syarif Hidayatullah pun berpesan kepada masyarakat Indonesia agar memilih presiden dan wakil presiden yang berkampanye mengenai isu kesehatan di Indonesia.

"Kampanye presiden, ada nggak dia kampanyekan kesehatan Indonesia, kalau nggak ngapain dipilih. Kita sebagai masyarakat harus lihat dia (capres cawapres) ngomong apa, karena yang paling menentukan kualitas sebuah bangsa itu kondisi kesehatan warganya," ujar Prof Musdah dalam temu media 'Mari Berbincang tentang Vaksin' di Kantor ALMI, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Kelompok kerja Sains dan Pendidikan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Sudirman Nasir mengatakan pada negara dengan usia harapan hidup warganya yang mencapai 75 tahun biasanya menerapkan kebijakan publik untuk sektor kesehatan, salah satunya dengan mewajibkan imunisasi.

"Kebijakan ini memang kurang populer tapi dampaknya bagi kesehatan masyarakat sangat besar. Bisa nggak tuh kebijakan publik seperti ini diterapkan di Indonesia," ujarnya bertanya.

Sebenarnya kebijakan untuk membuat imunisasi sebagai kewajiban sendiri dapat membantu pemerintah untuk menekan beban biaya kesehatan.

Peneliti vaksin dari PT Bio Farma dr Neni Nurainy mengambil contoh, jika seseorang terkena penyakit hepatitis B karena tidak divaksin bisa menghabiskan biaya pengobatan hingga Rp 50 juta. Belum lagi dengan risiko kematian yang tinggi akibat sirosis hingga kanker hati.

baca juga

"Tapi kalau divaksin biayanya hanya sekitar Rp 150 ribu. Ini bisa memberikan perlindungan hingga 10 tahun. Jauh sekali kan perbedaan biayanya," tandas Neni.

Indonesia kembali dihadapkan dengan kontroversi halal haram vaksin MR yang membuat cakupan imunisasi campak dan rubella ini belum mencapai target, Siapa ya calon presiden yang peduli soal ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bio Farma Sebut Vaksin Tak Jadi Masalah di Negara Islam Lain

Bio Farma Sebut Vaksin Tak Jadi Masalah di Negara Islam Lain

Health | Jum'at, 21 September 2018 | 21:32 WIB

Ketua MUI Terus Diskusi Pentingnya Vaksin MR dengan MPU Aceh

Ketua MUI Terus Diskusi Pentingnya Vaksin MR dengan MPU Aceh

News | Rabu, 19 September 2018 | 07:29 WIB

Ketua MUI Jelaskan Latar Belakang Fatwa Mubah Vaksin MR

Ketua MUI Jelaskan Latar Belakang Fatwa Mubah Vaksin MR

Health | Rabu, 19 September 2018 | 07:05 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×