Ketua MUI Jelaskan Latar Belakang Fatwa Mubah Vaksin MR

M. Reza Sulaiman, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 19 September 2018 | 07:05 WIB
Ketua MUI Jelaskan Latar Belakang Fatwa Mubah Vaksin MR
Ketua MUI berbicara soal vaksin MR. (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin membeberkan alasan MUI baru mengeluarkan fatwa Nomor 33 Tahun 2018 yang membolehkan (mubah) penggunaan vaksin MR untuk imunisasi campak dan rubella.

Dalam fatwa tersebut, MUI menyebutkan bahwa penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) pada saat ini dibolehkan (mubah). Fatwa mubah tersebut dikeluarkan mengingat adanya pro-kontra di masyarakat terkait program vaksin MR ini.

"Baru 2018 kemarin kita keluarkan kehalalannya, bukan halal sebenarnya, kebolehannya karena darurat karena belum ada vaksin yang halal. Sesuatu yang darurat itu menimbulkan kebolehan. Jadi yang tidak halal pun menjadi boleh. Agama ini enak. Kalau sempit menjadi longgar. Ketika itu tidak ada yang halal maka yang tidak halal menjadi boleh," kata Ma'ruf saat menghadiri diskusi Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Ma'ruf menuturkan pihaknya baru mengeluarkan fatwa tersebut karena Menteri Kesehatan Nila F Moeloek baru meminta fatwa perihal vaksin Rubella tahun ini. Ia menyayangkan mengapa tidak meminta fatwa sebelum melakukan program nasional vaksin MR di seluruh Indonesia.

"Sayangnya, maaf nih, Ibu Menteri Kesehatan tidak langsung meminta fatwa tentang vaksinnya. Baru proses (imunisasi) dilakukan pada 2018. Baru lahir fatwa nomor 33 tentang penggunaan vaksin Rubella MR itu," ujarnya lagi.

Ma'ruf mengakui sejak keluarnya Fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016 dua tahun lalu tentang imunisasi, pihaknya tidak lagi mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin. Hal inilah yang akhirnya memicu kebingungan di masyarakat soal status vaksin MR.

"Dua tahun memang itu tidak ada fatwa yang menyangkut kehalalan sehingga muncul di masyarakat apakah vaksinnya itu halal atau tidak. MUI tidak memberi karena belum ada proses," tambah Ma'ruf.

Karena itu pihaknya mengeluarkan fatwa soal penggunaan vaksin MR. Sebab berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia sudah darurat rubella dan campak.

Lebih lanjut, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menambahkan capaian imunisasi MR di Indonesia baru terealisasi sekitar 48 persen. Ia pun meminta semua pihak yang terlibat ikut menyukseskan program vaksin MR ini termasuk MUI.

baca juga

"Karena itu kita menjadi yakin capaian imunisasi vaksin MR ini yang tadi dilaporkan baru mencapai 48 persen. Menurut saya harus ada upaya-upaya maksimal melibatkan semua pihak, dan tentu, kami Majelis Ulama sudah mengeluarkan dua fatwa, sekarang MUI siap ikut terjun mensukseskan imunisasi rubella," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua MUI : Vaksin MR Bukan Hanya Boleh Tapi Wajib

Ketua MUI : Vaksin MR Bukan Hanya Boleh Tapi Wajib

Health | Selasa, 18 September 2018 | 20:31 WIB

Menteri Kesehatan Dorong Pemberian Vaksin MR di Aceh

Menteri Kesehatan Dorong Pemberian Vaksin MR di Aceh

Health | Jum'at, 14 September 2018 | 13:55 WIB

IDAI Ungkap Dampaknya Bila Anak Tidak Vaksin MR

IDAI Ungkap Dampaknya Bila Anak Tidak Vaksin MR

Health | Kamis, 23 Agustus 2018 | 16:11 WIB

Pro Kontra Imunisasi MR, Kemenkes Minta Baca Utuh Fatwa MUI

Pro Kontra Imunisasi MR, Kemenkes Minta Baca Utuh Fatwa MUI

Health | Kamis, 23 Agustus 2018 | 15:52 WIB

Enggan Lakukan Vaksin MR, Kasus Campak di Eropa Meningkat Drastis

Enggan Lakukan Vaksin MR, Kasus Campak di Eropa Meningkat Drastis

Health | Rabu, 22 Agustus 2018 | 01:05 WIB

DPR akan Panggil Kemenkes dan MUI Terkait Vaksin MR

DPR akan Panggil Kemenkes dan MUI Terkait Vaksin MR

News | Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:45 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×