Pasar Tidak Sehat, Risiko Penyakit Flu Burung Mengintai

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Selasa, 02 Oktober 2018 | 18:49 WIB
Pasar Tidak Sehat, Risiko Penyakit Flu Burung Mengintai
Suasana aktivitas perdagangan bahan kebutuhan pokok di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kebersihan dan sanitasi di pasar penting demi menjaga kesehatan masyarakat, terutama menghindari risiko penularan penyakit bersumber binatang atau penyakit zoonosis seperti flu burung.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut hanya 11 persen dari 399 pasar di 14 provinsi yang memenuhi syarat kesehatan. Sedangkan 89 persen pasar lainnya masih belum memenuhi syarat sehat.

"Di pasar masih banyak yang belum buang sampah pada tepatnya, cuci tangan dengan sabun, buang ludah pada tempatnya, dan banyak syarat kesehatan yang lainnya. Hal ini lah yang menyebabkan penularan penyakit," kata Adelina Hutahuruk, SKM, Msc. PH, dari Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kemenkes.

Senada dengan Adelina, Kasubdit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H), Direktorat Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Arif Wicaksono, mengatakan bahwa pedagang dan penjual berisiko tinggi terjangkit penyakit zoonosis flu burung dari unggas.

Berdasarkan hasil surveilans yang dilakukan Kementerian Pertanian sejak 2009 sampai sekarang, sekitar 60 sampai 70 persen kasus penyebaran flu burung ditemukan di pasar.

"Untuk itu perlu diperhatikan dan dijaga kebersihan lingkungan dan peralatan seperti keranjang, pisau, telenan, meja kios, lantai, dan sebagainya. Setelah dibersihkan dan dicuci dengan deterjen, perlu dilakukan penyemprotan dengan larutan disinfektan agar lingkungan pasar lebih bersih dan sehat," ujar Wicaksono.

"Dan untuk menghindari kontak dengan kuman dan larutan disinfektan saat pembersihan, pedagang dan petugas pasar harus menggunakan alat pelindung diri seperti masker, celemek, sarung tangan, dan sepatu boot," tambahnya lagi.

Untuk meminimalisasi penyebaran virus flu burung dan penyakit zoonosis di pasar, Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah dan Pengelola Pasar seperti PD Pasar Jaya, PD Pasar Niaga Kertaraharja dan, PD Pasar Tohaga mengadakan kegiatan sosialisasi dan pembinaan mengenai pentingnya biosekuriti kepada pelaku usaha perunggasan di beberapa pasar unggas dan rumah potong hewan unggas (RPHU) di Jabodetabek.

Usaha tersebut sudah dilakukan oleh Kementan dan FAO sejak 2017 dengan membuat kajian praktik biosekuriti di 20 pasar di Wilayah Jabodetabek.

baca juga

Tahun ini, kegiatan pembinaan pasar juga dilakukan di lima pasar dan RPHU terpilih, yaitu Pasar Senen (DKI Jakarta); Pasar Pasarkemis (Kabupaten Tangerang) dan Pasar Cariu (Kabupaten Bogor); RPHU Rorotan (DKI Jakarta) dan RPHU Risma Jaya (Tangerang).

Itulah risiko bahaya bagi masyarakat jika pasar tidak sehat dan bersih, karena dapat menjadi sumber penularan penyakit zoonosis seperti flu burung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tujuh Cara Agar Terhindar dari Flu Burung

Tujuh Cara Agar Terhindar dari Flu Burung

Health | Minggu, 15 April 2018 | 18:30 WIB

Ratusan Ayam Mati Diduga karena Flu Burung di Rejang Lebong

Ratusan Ayam Mati Diduga karena Flu Burung di Rejang Lebong

News | Senin, 09 April 2018 | 03:04 WIB

Anda Miliki Hewan Peliharaan, Menkes Nila: Waspadai Risiko Ini!

Anda Miliki Hewan Peliharaan, Menkes Nila: Waspadai Risiko Ini!

Health | Rabu, 28 Februari 2018 | 12:44 WIB

Waspada, Wabah Flu Burung Semakin Menyebar di Korea Selatan

Waspada, Wabah Flu Burung Semakin Menyebar di Korea Selatan

Health | Senin, 20 November 2017 | 12:14 WIB

Bebas Flu Burung, Papua Jadi Peluang Ekspor

Bebas Flu Burung, Papua Jadi Peluang Ekspor

News | Selasa, 14 November 2017 | 04:45 WIB

Siaga Flu Burung, Kemenkes Segera Lakukan Upaya Ini

Siaga Flu Burung, Kemenkes Segera Lakukan Upaya Ini

Health | Rabu, 13 September 2017 | 15:53 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×