WHO: Wabah Kolera Terburuk di Dunia Terjadi di Yaman

M. Reza Sulaiman

Rabu, 03 Oktober 2018 | 15:45 WIB
WHO: Wabah Kolera Terburuk di Dunia Terjadi di Yaman
Wabah kolera terburuk di dunia terjadi di Yaman. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah kolera di Yaman disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai wabah kolera terburuk di dunia. Data WHO menyebut sekitar 10.000 kasus kolera baru terjadi setiap minggu.

Peningkatan ini dirasa mengkhawatirkan, mengingat kolera merupakan penyakit yang bisa membunuh anak-anak dalam waktu hitungan jam setelah terjadinya infeksi. Data total bulan September 2018 menunjukkan ada lebih dari 185 ribu pasien kolera, dengan 196 di antaranya meninggal dunia.

"Kami sudah mengantisipasi kenaikan jumlah kasus kolera di Yaman sejak bulan Juni. Namun peningkatan dalam waktu 3 minggu terakhir ini terjadi begitu cepat dan mengkhawatirkan," ujar Tarik Jasarevic, juru bicara WHO, dikutip dari Reuters.

Wabah kolera pertama kali menyerang Yaman pada April 2017 lalu. Yaman sedang menghadapi konflik perang saudara, di mana para rakyatnya mengalami kelaparan dan beragam penyakit di pengungsian.

Total sudah ada 1,2 juta pasien kolera sejak pertama kali mewabah, dengan korban meninggal sebanyak 2.515 orang. Sekitar 30 persen korban meninggal adalah anak-anak.

Kolera sendiri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh dehidrasi karena diare parah. Penularan kolera terjadi melalui air yang terkontaminasi.

Tidak semua pasien kolera menunjukkan gejala. Hanya sekitar 10 persen pasien kolera yang menunjukkan gejala umum seperti mual, muntah, kram perut, dan dehidrasi.

Jika ditemukan sejak dini, kolera bisa diatasi dengan pemberian antibiotik dan elektrolit. Namun penanganan yang terlambat bisa menyebabkan gejala yang lebih berat seperti kejang-kejang, hilang kesadaran, koma, dan kematian.

WHO sendiri sudah memberikan vaksinasi kolera gratis di 3 daerah di Yaman. Sekitar 540 ribu orang ditargetkan menjadi penerima vaksinasi untuk mencegah wabah kolera bertambah parah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kendalikan Konsumsi Alkohol, WHO Bentuk Program SAFER

Kendalikan Konsumsi Alkohol, WHO Bentuk Program SAFER

Lifestyle | Minggu, 30 September 2018 | 17:01 WIB

Duh, Lebih dari 200 Penyakit Menular Lewat Makanan

Duh, Lebih dari 200 Penyakit Menular Lewat Makanan

Health | Jum'at, 28 September 2018 | 10:45 WIB

Diskusi dengan WHO, Menkes Bicara Soal Masalah TBC di Indonesia

Diskusi dengan WHO, Menkes Bicara Soal Masalah TBC di Indonesia

Health | Kamis, 27 September 2018 | 15:28 WIB

Konsumsi Sayuran Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Konsumsi Sayuran Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Press Release | Rabu, 26 September 2018 | 15:38 WIB

Parah, Alkohol Jadi Salah Satu Penyumbang Kematian Terbesar

Parah, Alkohol Jadi Salah Satu Penyumbang Kematian Terbesar

Health | Senin, 24 September 2018 | 20:00 WIB

WHO : Konsumsi Alkohol Bunuh 3 Juta Orang Setiap Tahun

WHO : Konsumsi Alkohol Bunuh 3 Juta Orang Setiap Tahun

Health | Minggu, 23 September 2018 | 15:36 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×