Konsumsi Makanan Manis Manipulasi Hormon Ini Hingga Jadi Obesitas

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 03 Oktober 2018 | 16:21 WIB
Konsumsi Makanan Manis Manipulasi Hormon Ini Hingga Jadi Obesitas
peluncuran Milo di Jakarta. (Firsta)

Suara.com - Indonesia menghadapi beban gizi ganda di mana tak hanya kasus malnutrisi yang tinggi tapi juga kelebihan gizi alias obesitas.

Disampaikan Pakar Gizi IPB, Prof Dr Ir Ali Khomsan, dari 2010 ke 2013 prevalensi anak obesitas mengalami kenaikan sebesar 18 persen.

Salah satu penyebabnya adalah konsumsi makanan manis atau mengandung gula. Ia mengatakan bahwa menurut WHO batasan konsumsi gula per hari adalah 25 gram. Sementara Kementerian Kesehatan membatasi asupan gula sekitar 50 gram per hari.

"Sementara konsumsi gula masyarakat Indonesia rata-rata 25 gram per hari. Jadi sudah berada diambang batas menurut WHO. Kontribusi terbesarnya dari gula pasir," ujar dia dalam peluncuran Milo di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Prof Ali menambahkan, konsumsi gula yang berlebihan bisa menekan hormon leptin sehingga membuat seseorang terus menerus merasa lapar. Itu sebabnya konsumsi makanan manis bisa membuat orang menjadi obesitas karena tak bisa mengendalikan selera makannya.

"Ketika kelebihan gula juga bisa disimpan menjadi lemak lalu kegemukan. Kemudian memicu resistensi insulin dan pada gilirannya menyebabkan diabetes," tambah dia.

Kondisi ini disadari oleh PT Nestle Indonesia yang meluncurkan produk Milo terbaru dengan kandungan gula yang lebih rendah 25 persen.

Disampaikan Business Executive Officer Beverages Business Unit PT Nestle Indonesia Prawitya Soemadijo, langkah ini diambil untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kelebihan gizi pada anak-anak yang akan memengaruhi kesehatannya saat dewasa. Apalagi kondisi kegemukan dapat menjadi faktor pemicu beragam penyakit seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal hingga stroke.

"Jadi gula yang tadinya 15 gram jadi 11 gram. Kami harap bisa membantu pemerintah dalam membatasi asupan gula yang menjadi momok bagi beragam penyakit jika berlebihan. Selain itu meski gulanya berkurang, rasanya tetap enak," ujar Prawitya.

Tidak hanya kandungan gula yang 25 persen lebih rendah, dalam produk baru Milo ini, kata Prawitya Nestle juga memperkaya kandungan malt, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi sehingga masalah malnutrisi yang tinggi dan kelebihan gizi alias obesitas dapat diatasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perhatikan Gejala Berhenti Konsumsi Junk Food: Mirip Sakaw

Perhatikan Gejala Berhenti Konsumsi Junk Food: Mirip Sakaw

Health | Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:45 WIB

Siswa Pekanbaru Sayat Tangan Diduga Minum Torpedo, Ini Kata BPOM

Siswa Pekanbaru Sayat Tangan Diduga Minum Torpedo, Ini Kata BPOM

Health | Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:21 WIB

Siapa Sangka, Daun Kelor Ternyata Tinggi Kandungan Kalsium

Siapa Sangka, Daun Kelor Ternyata Tinggi Kandungan Kalsium

Health | Kamis, 20 September 2018 | 07:15 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB