Obesitas pada Anak Bisa Picu Timbulnya Penyakit Hati Kronis Lho

Silfa Humairah Utami

Kamis, 04 Oktober 2018 | 18:03 WIB
Obesitas pada Anak Bisa Picu Timbulnya Penyakit Hati Kronis Lho
Cegah Obesitas Pada Anak ( shutterstock )

Suara.com - Jangan sepelekan risiko obesitas pada anak, obesitas pada anak berpotensi mengidap berbagai jenis penyakit kronis setelah mereka dewasa, sebut saja diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Obesitas juga meningkatkan risiko penyakit hati pada anak-anak bangsa kita di kemudian hari.

Timbunan lemak berlebih akan disimpan di berbagai bagian tubuh. Misalnya di bawah kulit, di rongga sekitar perut, pinggang dan pinggul, hingga di bagian dada.

Selain itu, kelebihan lemak juga dapat disimpan di hati (liver). Ini kemudian menyebabkan sebuah kondisi yang disebut perlemakan hati (fatty liver) dilansir Hello Sehat.

Perlemakan hati dulu lebih umum ditemukan pada orang obesitas di usia lanjut, tapi kini trennya tampak berubah. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa setidaknya 5 – 17% populasi anak di dunia menderita fatty liver di usia yang bahkan semuda belasan tahun.

Apabila perlemakan hati terus dibiarkan berlanjut, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko anak terhadap dua penyakit hati kronis yang dapat berakibat fatal, yaitu sirosis hati dan kanker hati. Sirosis merupakan infeksi peradangan kronis yang menyebabkan hati membentuk banyak luka parut.

Akibatnya, ukuran hati akan menjadi ciut dan disertai dengan penurunan berbagai fungsi terlalu dini.

Untuk mmencegahnya, lakukan hal ini pada anak untuk mencegak obesitas. 

1. Mengenalkan gaya hidup sehat sedini mungkin

baca juga

Usia anak dan remaja adalah masa-masa proses tumbuh kembang sedang paling optimal. Asupan nutrisi dari makanan memang sangat dibutuhkan untuk menunjang proses tersebut, tapi tentu ada aturan mainnya.

Biasakan anak untuk makan teratur dan isi piring makanannya dengan gizi yang seimbang dari variasi sumber makanan sehat. Biasakan juga anak untuk mengimbangi kebiasaan makannya dengan aktivitas fisik teratur untuk membakar kalori yang berlebih.

Pola gaya hidup sehat yang diterapkan sedini mungkin membantu anak lebih disiplin hingga dewasa nanti.

2. Mengubah persepsi masyarakat bahwa anak gemuk tidak selalu sehat

Seringkali kita mendengar bahwa anak gemuk itu lucu dan menggemaskan. Pandangan tersebut tidak tidak salah total, tetapi kita tetap harus mempertimbangkan dampak kesehatan dari obesitas pada anak.

Hal yang penting diperhatikan adalah pertambahan berat badan anak yang ideal sesuai usia sehingga tidak obesitas dan mengurangi potensi mengidap berbagai jenis penyakit kronis setelah mereka dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konsumsi Makanan Manis Manipulasi Hormon Ini Hingga Jadi Obesitas

Konsumsi Makanan Manis Manipulasi Hormon Ini Hingga Jadi Obesitas

Health | Rabu, 03 Oktober 2018 | 16:21 WIB

Konten Porno Bikin Anak Adiktif, Menteri Yohana Imbau Lakukan Ini

Konten Porno Bikin Anak Adiktif, Menteri Yohana Imbau Lakukan Ini

Health | Rabu, 03 Oktober 2018 | 17:00 WIB

Pasar Tidak Sehat, Risiko Penyakit Flu Burung Mengintai

Pasar Tidak Sehat, Risiko Penyakit Flu Burung Mengintai

Health | Selasa, 02 Oktober 2018 | 18:49 WIB

Terkini

Gaya Hidup Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, Terseret Dugaan Skandal Rp1,5 Miliar

Gaya Hidup Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, Terseret Dugaan Skandal Rp1,5 Miliar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:38 WIB

Warga Eks Bantaran Rel Pasar Gaplok Ingin Huntara Senen Jadi Tempat Tinggal Tetap

Warga Eks Bantaran Rel Pasar Gaplok Ingin Huntara Senen Jadi Tempat Tinggal Tetap

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:37 WIB

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Trisula Lini Depan Romeny, Baker, Vickery

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Trisula Lini Depan Romeny, Baker, Vickery

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 19:31 WIB

Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?

Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:30 WIB

Cara Dapat Merchandise Eksklusif Pestapora 2026 dari BRI

Cara Dapat Merchandise Eksklusif Pestapora 2026 dari BRI

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?

Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Pemerintah Siapkan Teknologi Anyar Pemburu Truk ODOL di Jalan

Pemerintah Siapkan Teknologi Anyar Pemburu Truk ODOL di Jalan

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sahroni Desak Aparat Usut Tuntas

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sahroni Desak Aparat Usut Tuntas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:08 WIB

Vonis Nadiem Makarim Didiskon Jadi 9 Tahun, Kejagung Bakal Ajukan Kasasi?

Vonis Nadiem Makarim Didiskon Jadi 9 Tahun, Kejagung Bakal Ajukan Kasasi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:02 WIB

Kulit Durian Tak Lagi Jadi Sampah, Kini Bisa Menyala Jadi Bahan Bakar

Kulit Durian Tak Lagi Jadi Sampah, Kini Bisa Menyala Jadi Bahan Bakar

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 19:00 WIB

×