Studi : Perempuan Sulit Hamil Jika Terlalu Stres di Kantor

Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 17:00 WIB
Studi : Perempuan Sulit Hamil Jika Terlalu Stres di Kantor
Ilustrasi perempuan bersedih karena sulit hamil ( Shutterstock )

Suara.com - Bekerja sekaligus menajalani peran dalam rumah tangga sesungguhnya sangat sulit bagi perempuan, mereka yang menjalani pasti akan mengeluh. Perempuan rata-rata akan mengalami tekanan atau stres jika bekerja di kantor sambil mengurus rumah tangga.

Sebuah penelitian yang melibatkan hampir 5 ribu perempuan menjelaskan jika mengalami tekanan stres berlebih dapat mengakibatkan sulit hamil dengan tingkat persentase 25 persen.

Di samping itu, penelitian di Boston University menambah bukti mengenai risiko stres akibat pola hidup sehari-hari terhadap kesehatan. Amelia Wesselink, seorang ahli epidemiologi mengatakan, kini banyak penyedia layanan kesehatan yang menasihati perempuan untuk menjaga keseimbangan hidup, antara kerja dan kehidupan sehari-hari.

"Meskipun penelitian ini tidak secara pasti membuktikan stres menyebabkan ketidaksuburan, namun cukup memberi bukti pendukung bahwa integrasi merawat kesehatan mental penting bagi kesuburan,” kata Wesselink, seorang mahasiswa doctoral seperti dilansir Dailymail.

Temuan itu diperoleh berdasarkan survei Pregnancy Study Online (PRESTO) yang melibatkan 4.769 perempuan berusia 21 hingga 45 dan 1.272 lelaki berusia 21 tahun.

Survei ini mendata suami-istri selama 12 bulan atau hingga terjadi pembuahan. Hasilnya, fenomena itu tidak teridentifikasi pada lelaki. Tetapi pada perempuan, tidak ada yang memiliki riwayat infertilitas atau telah mencoba untuk hamil selama lebih dari enam siklus menstruasi.

Kesejahteraan psikologis peserta survei ini diukur menggunakan instrumen perceived stress scale atau skala tegangan (PSS). Di mana pikiran dan perasaan dinilai berdasarkan 10 item yang telah dirancang untuk menemukan dugaan tentang kendali hidup mereka. Hasilnya, 25 persen perempuan yang bekerja, itu lebih sulit hamil daripada mereka yang tidak bekerja.

Wesselink juga menyebut, hubungan antara stres dan infertilitas adalah yang paling kuat di antara peserta yang telah mencoba tidak lebih dari dua siklus menstruasi. Perempuan yang lebih muda di bawah usia 35 juga cenderung merasa lebih sulit hamil jika mereka berada di bawah tekanan. Di sisi lain, perempuan usia 18 hingga 21 tahun yang notabennya berusia produktif juga mengalami stress terhadap pekerjaan.

Dari banyaknya kasus stres yang berkaitan dengan perempuan, ditemukan juga perempuan berusia 35-44 mengalami tingkat stres tinggi terkait pekerjaan. Ini adalah kelompok usia yang paling mungkin menyulap tanggung jawab keluarga karena tuntutan karier mereka.

Beban kerja yang berat, kurangnya dukungan, intimidasi dan perubahan di kantor adalah penyebab paling umum perempuan bekerja mengalami stres yang mengakibatkan ia menjadi sulit hamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Mengapa Para Ibu Harus Gabung Komunitas

Ini Alasan Mengapa Para Ibu Harus Gabung Komunitas

Lifestyle | Jum'at, 28 September 2018 | 21:00 WIB

Terbukti : Lapar Bikin Orang Stres, Ini Penelitiannya!

Terbukti : Lapar Bikin Orang Stres, Ini Penelitiannya!

Health | Jum'at, 28 September 2018 | 20:00 WIB

Kontrasepsi Hormonal Bisa Bikin Sulit Hamil, Mitos atau Fakta?

Kontrasepsi Hormonal Bisa Bikin Sulit Hamil, Mitos atau Fakta?

Health | Selasa, 25 September 2018 | 20:00 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB