Penelitian Ungkap Patah Hati Bisa Bikin Orang Cepat Mati

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Rabu, 24 Oktober 2018 | 19:15 WIB
Penelitian Ungkap Patah Hati Bisa Bikin Orang Cepat Mati
Patah hati, kata peneliti, ternyata bisa membuat orang cepat mati. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian terkini mengungkapkan bahwa perasaan sedih atau patah hati, karena kehilangan orang yang dicintai dapat mengancam jiwa, sehingga bisa berisiko orang cepat mati.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti di Rice University Amerika Serikat mewawancarai 99 orang yang baru saja kehilangan pasangannya dalam dua pekan terakhir dengan cara mengambil sampel darah.

Mereka sedang berjuang untuk move-on, melawan depresi, dan sangat merindukan kekasihnya yang telah pergi. Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 53,4 persen orang yang kehilangan kekasih mengalami kondisi peradangan tubuh lebih tinggi secara signifikan daripada mereka yang tidak.

Penulis utama Chris Fagundes, asisten profesor ilmu psikologi mengatakan, ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa gejala kesedihan tertentu dapat meningkatkan risiko kematian.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peradangan berkontribusi pada hampir setiap penyakit di masa dewasa terhadap orang yang lebih tua," kata Dr. Fagundes seperti dilansir Dailymail, Rabu (24/10/2018).

“Mereka yang kehilangan pasangan dan mengalami depresi berat berisiko mengalami serangan jantung, stroke, dan kematian dini. Namun, tergantung juga dengan tingkat gejala depresinya sendiri, ada pula yang hanya mengakibatkan gangguan kesehatan,” jelasnya.

Sebagai contoh sampel adalah mereka yang ditinggal pasangan, kemudian menjadi janda dan duda. Beberapa dari mereka memiliki risiko lebih besar mengalami kematian dini daripada yang lain.

Orang yang mengalami 'sindrom patah hati' dapat mengalami nyeri dada secara mendadak dan gejala lain yang dapat disebabkan oleh reaksi jantung terhadap lonjakan hormon stres. Menurut American Heart Association, 'sindrom patah hati' dapat menyebabkan kegagalan otot jantung jangka pendek yang parah dan bisa berakibat fatal.

Temuan itulah yang membuat peneliti berkesimpulan perasaan sedih atau patah hati ditinggal orang yang dicintai bisa berisiko orang cepat mati.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Upss, Lima Zodiak Ini Patah Hati Minggu Ini, Termasuk Andakah?

Upss, Lima Zodiak Ini Patah Hati Minggu Ini, Termasuk Andakah?

Lifestyle | Senin, 20 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Fisik Anda Akan Begini saat Anda Patah Hati

Fisik Anda Akan Begini saat Anda Patah Hati

Health | Senin, 19 Februari 2018 | 12:00 WIB

Sedihnya, Anjing Ini Mati karena Patah Hati

Sedihnya, Anjing Ini Mati karena Patah Hati

Lifestyle | Kamis, 23 November 2017 | 14:06 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×