Lion Air JT 610 Jatuh, Ini Kata Perhimpunan Dokter Penerbangan

M. Reza Sulaiman

Senin, 29 Oktober 2018 | 17:37 WIB
Lion Air JT 610 Jatuh, Ini Kata Perhimpunan Dokter Penerbangan
Pesawat Lion Air JT 610 jatuh, ini komentar dokter penerbangan. (Suara.com/Walda)

Suara.com - Jatuhnya pesawat Lion Air JT 160 dengan rute penerbangan Jakarta - Pangkalpinang menimbulkan duka bagi kita semua. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan (Perdospi) juga turut menyampaikan belasungkawa.

Ketua Umum Perdospi Dr dr Wawan Mulyawan, Sp.BS,Sp.KP, menyebut Perdospi ikut prihatin dengan adanya musibah ini. Ia juga menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 160.

"Perdospi sangat prihatin dengan terjadinya kecelakaan ini dan menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Kami akan menunggu hasil investigasi yang dilakukan KNKT terkait penyebab kecelakaan ini," tulis Wawan dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Senin (29/10/2018).

Wawan menyebut banyak faktor yang menyebabkan pesawat jatuh. Peran Perdospi saat ini adalah membantu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan mengirim 3 orang investigator anggota Perdospi.

"Ketiga para anggota Perdospi yang berada di KNKT tersebut sudah diminta stand by oleh KNKT jika sewaktu-waktu harus diberangkatkan ke lokasi kecelakaan untuk menjadi investigator di bidang human factor," tambah Wawan.

Untuk lebih lengkapnya, berikut keterangan pers yang diberikan oleh Perdospi secara utuh:

Terkait dengan kecelakaaan pesawat Lion Air JT 610 jurusan Jakarta - Pangkal Pinang, Perdospi (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan) menyampaikan hal berikut:

1. Perdospi sangat prihatin dengan terjadinya kecelakaan ini dan menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Kami akan menunggu hasil investigasi yang dilakukan KNKT terkait penyebab kecelakaan ini. Bagaimanapun dalam kecelakaan pesawat terbang, umumnya penyebab adalah multifaktorial, jarang sekali yang menjadi penyebab tunggal. Penyebab kesalahan manusia (human factor) hanyalah salah satu sebab saja yang mungkin terkait ataupun tidak terkait.

2. Terkait info yang saat ini kami dapatkan dari penerbangan JT 610 ini, kelihatannya pesawat masih dalam fase "take off" dan belum mencapai ketinggian untuk sesuai level yang direncanakan. Kecelakaan saat take off memang merupakan penyebab kecelakaan terbanyak kedua selain saat "landing". Berdasarkan data yang ada dalam kecelaaan saat take off, umumnya dari multifaktorial yang ada, penyebab terbanyak adalah "technical error". Namun walaupun lebih kecil kemungkinan, faktor manusia/human factor masih mungkin terjadi.

baca juga

3. Bahwa saat ini ada 3 investigator kecelakaan pesawat terbang di KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang merupakan anggota Perdospi:
- dr Hidayat, SpB, SpKP (aktif)
- dr Djunadi, MS, SpKP (aktif)
- dr Herman Muljadi, MS, SpKP

Sehingga dalam hal ini Perdospi telah mengerahkan SDM untuk menyelidiki kejadian-kejadian kecelakaan pesawat udara, termasuk kecelakaan Lion Air ini. Ketiga para anggota Perdospi yang berada di KNKT tersebut sudah diminta "stand by" oleh KNKT jika sewaktu-waktu hrs diberangkatkan ke lokasi kecelakaan untuk menjadi investigator di bidang human factor.

4. Perdospi concern terhadap upaya meminimalisir kecelakaan pesawat dari sisi human factor dengan melakukan pemantauan kesehatan para pilot oleh anggota Perdospi baik di Balai Hatpen, sebagai Designated Aviation Medical Examiner (DAME), maupun di KKP, bandara-bandara dan maskapai penerbangan.

5. Perdospi merekomendasikan agar setiap maskapai penerbangan memiliki SDM Kedokteran Penerbangan (SpKP) untuk meminimalisir human error dalam kecelakaan penerbangan.

Demikian kami sampaikan perkembangan dari Perdospi terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Hormat kami,

Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS , SpKP
Ketua Umum Perdospi 2018-2021

Grafis kronologi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
Grafis kronologi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cari Korban Lion Air Jatuh, Penyelam Kesulitan Jarak Pandang

Cari Korban Lion Air Jatuh, Penyelam Kesulitan Jarak Pandang

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 17:15 WIB

Lion Air JT 610 Jatuh ke Laut, Pemain Persija Jakarta Berduka

Lion Air JT 610 Jatuh ke Laut, Pemain Persija Jakarta Berduka

Bola | Senin, 29 Oktober 2018 | 17:13 WIB

Kisah Menegangkan Pelatih Persija Lolos dari Maut Saat di Pesawat

Kisah Menegangkan Pelatih Persija Lolos dari Maut Saat di Pesawat

Bola | Senin, 29 Oktober 2018 | 17:11 WIB

Duka Ben Kasyafani atas Peristiwa Jatuhnya Lion Air JT 610

Duka Ben Kasyafani atas Peristiwa Jatuhnya Lion Air JT 610

Entertainment | Senin, 29 Oktober 2018 | 17:01 WIB

YLKI: Selama Ini Lion Air Dianggap Sering Kecewakan Konsumen

YLKI: Selama Ini Lion Air Dianggap Sering Kecewakan Konsumen

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 16:56 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×