Pasien Kanker Baru Berobat Saat Stadium Lanjut, Ini Risikonya

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Kamis, 25 Oktober 2018 | 14:20 WIB
Pasien Kanker Baru Berobat Saat Stadium Lanjut, Ini Risikonya
Direktur Utama RS Kanker Dharmais menyebut banyak pasien kanker baru berobat saat penyakit sudah stadium lanjut. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian di Indonesia. Hal ini dikatakan pakar terjadi karena masih banyak pasien kanker yang baru berobat saat penyakit sudah parah.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL (K) MARS, mengungkapkan tantangan penanganan kanker di Indonesia. Ia mengatakan penanganan kanker menjadi kurang optimal karena banyak pasien yang datang dalam stadium lanjut. Akibatnya peluang kesembuhannya menjadi lebih rendah.

"Salah satu problem penanganan kanker di kita itu masyarakat datang dengan kondisi stadium lanjut. Sekitar 70 persen pasien datang pada stadium 3 dan 4. Itu sebabnya pengobatannya menjadi kompleks dan angka kesembuhan rendah sedangkan peluang kematiannya tinggi," ujar Prof Abdul dalam pembukaan '7th Meeting of Asian Cancer Center Alliance' di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Itu sebabnya kata Prof Abdul, ke depan RS Kanker Dharmais yang menjadi Pusat Kanker Nasional di Indonesia akan lebih menggalakkan upaya deteksi dini pada masyarakat.

Harapannya dengan edukasi seputar pentingnya deteksi dini dapat membantu pasien menemukan gejala kanker lebih awal dan mendapatkan penanganan yang maksimal.

"Kita juga usulkan dengan JKN, pembiayaan (skrining) ditanggung pemerintah sehingga kami harap mereka datang ke fasilitas kesehatan," tambah dia.

Prof Abdul mencatat bahwa prevalensi kanker di Indonesia mencapai empat persen dari seluruh total populasi. Jenis kanker yang paling banyak diidap perempuan adalah kanker payudara yang mencapai 40 persen dan kanker serviks mencapai 14 persen sementara pada laki-laki kanker paru menempati posisi teratas.

Prof Abdul juga mengingatkan agar masyarakat tidak percaya dengan klaim obat tradisional yang dapat menyembuhkan kanker. Pasalnya obat-obatan seperti itu belum dibuktikan secara klinis dapat membunuh sel kanker.

"Jangan percaya dengan obat tradisional yang bisa memperlambat proses pengobatan. Bilamana ada gejala yang mencurigakan harus dipastikan dengan skrining di fasilitas kesehatan," tandas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

RS Kanker Dharmais : Bakal Ada Terapi Kanker Minim Efek Samping

RS Kanker Dharmais : Bakal Ada Terapi Kanker Minim Efek Samping

Health | Kamis, 25 Oktober 2018 | 13:25 WIB

Kanker Payudara Lebih Mematikan bagi Perempuan Berkulit Hitam

Kanker Payudara Lebih Mematikan bagi Perempuan Berkulit Hitam

Health | Senin, 22 Oktober 2018 | 21:00 WIB

Kanker Payudara pada Lelaki, Bagaimana Pengobatannya?

Kanker Payudara pada Lelaki, Bagaimana Pengobatannya?

Health | Senin, 22 Oktober 2018 | 16:28 WIB

Diet Sehat Turunkan Risiko Kematian Penderita Kanker Kolorektal

Diet Sehat Turunkan Risiko Kematian Penderita Kanker Kolorektal

Health | Senin, 22 Oktober 2018 | 16:00 WIB

Terkini

Kisah Zafran Sebelum Film 5 cm Diangkat Lewat 5cm: Revolusi Hati, Siap Tayang Tahun Ini

Kisah Zafran Sebelum Film 5 cm Diangkat Lewat 5cm: Revolusi Hati, Siap Tayang Tahun Ini

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 13:49 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch Android Terbaik yang Cocok Dipakai di iPhone

3 Rekomendasi Smartwatch Android Terbaik yang Cocok Dipakai di iPhone

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 13:46 WIB

Mengawal Asa Siswa Penyintas Kebakaran Kebayoran Lama

Mengawal Asa Siswa Penyintas Kebakaran Kebayoran Lama

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:46 WIB

Apa Saja Model Setrika Panasonic? Ini 5 Pilihan dari Dry Iron hingga Cordless

Apa Saja Model Setrika Panasonic? Ini 5 Pilihan dari Dry Iron hingga Cordless

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:45 WIB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:43 WIB

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:43 WIB

Serum Tranexamic Acid yang Bagus untuk Flek Hitam Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Serum Tranexamic Acid yang Bagus untuk Flek Hitam Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:42 WIB

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:41 WIB

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

×