Waspada Para Orangtua! Smartphone Sebabkan Masalah Mental Anak

Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona
Waspada Para Orangtua! Smartphone Sebabkan Masalah Mental Anak
Ilustrasi anak main smartphone [shutterstock]

Peneliti dari San Diego State University dan University of Georgia mengatakan smartphone jadi penyebab serius masalah mental anak

Suara.com - Anak-anak di bawah usia dua tahun berisiko mengalami masalah kesehatan mental serius yang disebabkan oleh smartphone atau tablet. Para ilmuwan yang melakukan penelitian memperingatkan meski anak-anak hanya satu jam menatap layar tetap saja dapat mengakibatkan mereka mudah mengalami cemas dan depresi.

Selain itu, rasa ingin tahu anak-anak jadi berkurang, sulit menyelesaikan tugas, kurang stabil secara emosional, dan rendah dalam mengendalikan diri.

Peneliti dari San Diego State University dan University of Georgia mengatakan waktu yang dihabiskan untuk menggunakan smartphone adalah penyebab serius masalah mental yang tak dapat dihindari.

"Setengah dari masalah kesehatan mental anak yang sedang berkembang disebabkan oleh smartphone," tegas profesor Jean Twenge dan Keith Campbell seperti dikutip Dailymail, Senin (5/11/2018).

Ia mengimbau orangtua dan guru harus mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak untuk online di smartphone, atau menonton televisi saat mereka belajar, bersosialisasi, makan, atau bahkan saat bermain.

Profesor Twenge mengatakan dalam studinya, batas screen time yang ditentukan oleh American Academy of Pediatrics  adalah satu jam per hari untuk anak-anak berusia dua hingga lima tahun. Ini juga menunjukkan batas yang sama - mungkin dua jam - harus diterapkan pada anak-anak usia sekolah dan remaja.

Dalam penelitianya para peneliti menganalisis data yang diberikan kepada orang tua untuk mensurvei 40 ribu lebih anak-anak berusia 2 hingga 17 tahun di Amerika Serikat pada 2016. Kuisioner menanyakan tentang perawatan medis anak-anak, masalah emosional, perkembangan dan perilaku serta screen time mereka per-hari.

Hasilnya, remaja yang menghabiskan lebih dari tujuh jam sehari untuk screen time, didiagnosis mengalami kecemasan atau depresi. Sementara, untuk anak-anak usia pre-schoolers, atau di bawah balita angkanya cukup mengejutkan. Mereka merupakan pengguna tertinggi yang mudah kehilangan kesabaran, 46 persen di antaranya rentan kehilangan semangat dan sering tidak tenang.

Selain itu, data terbaru yang dimuat pada Desember 2017, tim peneliti dari Universitas Oxford menemukan waktu rata-rata screen time harian anak-anak di Inggris menunjukan meningkatan tajam. Anak-anak di bawah usia dua tahun yang semula menghabiskan screen time tiga jam kini menjadi 4 jam 45 menit.

Para ahli memperingatkan anak-anak yang 'kecanduan' smartphone berisiko sulit tidur, obesitas dan menjadi korban cyber-bullying, ditambah kehilangan keterampilan sosial dan kesulitan berkomunikasi tatap muka.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS