1.550 Anak SD Kelas 1-5 di Kutai Kartanegara Bakal Dapat Vaksin DBD, Seberapa Ampuh?

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 10:54 WIB
1.550 Anak SD Kelas 1-5 di Kutai Kartanegara Bakal Dapat Vaksin DBD, Seberapa Ampuh?
Ilustrasi anak SD kena demam berdarah. [Pixabay]

Suara.com - Sebanyak 1.550 anak SD (Sekolah Dasar) di Tenggarong, Kutai Kartanegara jadi target vaksin dengue atau vaksinasi DBD (Demam Berdarah Dengue). Langkah ini merupakan program lanjutan untuk pencegahan DBD, setelah lebih dulu diterapkan di Samarinda dan Balikpapan.

Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara, Edi Darmansyah yang mengatakan DBD sudah jadi beban daerah, sehingga penanggulangan perlu dilakukan. Terlebih menurut Edi, Kutai Kartanegara jadi daerah dengan kasus tertinggi DBD di Kalimantan Timur.

“Perlu diingat bahwa dengue bukanlah penyakit musiman. Virus dengue dapat menginfeksi siapa saja, kapan saja, sepanjang tahun—dan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak. Untuk itu, melalui program ini kita akan menyasar sekitar 1.550 anak sekolah dasar kelas 1 hingga kelas 5 di Kecamatan Tenggarong,” ujar Edi melalui keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (19/6/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Jaya Mualimin, Sp.KJ, M.Kes, MARS menjelaskan vaksinasi DBD pada anak SD ini jadi bagian dari perluasan program lanjutan. Apalagi program ini sudah lebih dulu sukses dilaksanakan di Samarinda dan Balikpapan.

"Pelaksanaan vaksinasi dengue di Balikpapan dan Samarinda, dengan cakupan vaksinasi yang mencapai hampir 100 persen pada kelompok sasaran. Hasil sementara menunjukkan bahwa anak-anak yang telah menerima vaksinasi tidak mengalami infeksi dengue, yang artinya tingkat perlindungan terhadap penyakit ini berhasil ditingkatkan," papar Dr. Jaya.

Sosialiasai vaksinasi DBD di Kutai Kartanegara
Sosialiasai vaksinasi DBD di Kutai Kartanegara

Dr. Jaya juga memastikan jika vaksinasi DBD juga dibarengi dengan langkah pencegahan lainnya, seperti program pengendalian vektor seperti Gerakan 3M Plus, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan edukasi lintas sektor.

"Harapan kami, dengan kerja sama lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, kita dapat mencapai target penurunan insiden menjadi kurang dari 10 per 100.000 penduduk, dan mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” papar Dr. Jaya.

Edi juga mengingatkan tren dengue di Indonesia dan sejumlah negara endemis lainnya terus menunjukkan ancaman serius. Kata dia, selama periode 2020 hingga 2023 saja, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kematian akibat dengue tertinggi di Asia, yaitu sebanyak 1.238 kasus.

Sementara itu data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan sepanjang tahun 2024 kemarin, tercatat 257.271 kasus dengue dengan 1.461 kematian di seluruh Indonesia. Bahkan data terbaru di 2025 hingga 12 Juni terdapat 67.030 kasus dengue dengan 297 kematian. Khusus di Kalimantan Timur pada 2024 kasus DBD terdapat 10.571 kasus, dengan 22 kasus di antaranya meninggal dunia.

Kondisi ini juga diperparah dengan mobilitas penduduk, perubahan iklim, dan urbanisasi turut memperparah penyebaran penyakit ini.

Di sisi lain Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan dr. Ina Agustina Isturina menjelaskan vaksin DBD lanjutan ini merupakan bagian dari Strategi Nasional (Stranas) Penanggulangan Dengue (Stranas) 2021–2025, mengingat Indonesia punya target Nol Kematian akibat dengue pada 2030.

“Saat ini, Kementerian Kesehatan tengah menyusun rencana kelanjutan dari Stranas tersebut, yang akan menekankan implementasi nyata di tingkat daerah, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat kapasitas deteksi dini, respons cepat, dan pencegahan melalui pendekatan inovatif. Kami percaya, pendekatan yang menyeluruh dan berbasis bukti akan membawa dampak signifikan dalam mengurangi beban penyakit ini,” papar dr. Ina.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht juga menekankan pentingnya pencegahan sebagai upaya menurunkan angka keparahan dan kematian akibat dengue. Terlebih kata dia, saat ini belum ada obat yang secara khusus bisa menyembuhkan DBD.

“Hingga hari ini, dengue masih menjadi ancaman nyata dan belum ada obat yang secara khusus dapat menyembuhkannya. Kami menyadari bagaimana penyakit ini memengaruhi ribuan keluarga setiap tahunnya—tidak hanya dalam bentuk angka, tetapi dalam kehilangan waktu, kesempatan, dan bahkan orang-orang tercinta. Ini menjadikan pencegahan sebagai kunci,” timpal Andreas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2030 Bebas Dengue? Indonesia Hadapi Tantangan Berat, Vaksin Jadi Harapan

2030 Bebas Dengue? Indonesia Hadapi Tantangan Berat, Vaksin Jadi Harapan

Health | Selasa, 17 Juni 2025 | 07:27 WIB

Strategi Nasional Dirombak! Pemerintah Siapkan Jurus Baru Atasi Lonjakan Kasus Dengue

Strategi Nasional Dirombak! Pemerintah Siapkan Jurus Baru Atasi Lonjakan Kasus Dengue

Health | Rabu, 28 Mei 2025 | 09:00 WIB

Jalan Poros Samarinda-Balikpapan Amblas, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Jalan Poros Samarinda-Balikpapan Amblas, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Foto | Senin, 26 Mei 2025 | 04:21 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB