Waspada Jika Anak Tidur Menganga

Vania Rossa, Risna Halidi

Senin, 12 November 2018 | 13:20 WIB
Waspada Jika Anak Tidur Menganga
Ilustrasi anak tidur menganga. (Shutterstock)

Suara.com - Melody Yazdani adalah seorang ibu dari anak laki-laki berusia 8 tahun bernama Kian. Ia membagikan foto Kian yang sedang tidur di media sosial dan memeringatkan orangtua lain mengenai tanda bahaya yang nampak di foto tersebut. Dalam foto tampak Kian tidur menganga.

Sebelumnya, Kian kerap digambarkan sebagai anak yang nakal. Melody beberapa kali dipanggil pihak sekolah karena Kian dilaporkan kedapatan mendorong temannya atau bertingkah kasar lain.

Padahal dulu Kian dikenal pintar dan sangat bersahabat. Tapi kemudian semua hal berubah. Kian selalu mengalami tantrum setiap pagi dan sebelum tidur.

Ia akan mulai melempar sesuatu atau memukul-mukul. Ia juga mulai berteriak heboh sejak pukul lima pagi.

Kian lalu 'dilarikan' kepada seorang terapis yang merekomendasikan tes ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

Sampai pada 24 Oktober lalu, Melody membagikan foto Kian yang sedang tidur di Facebook dengan keterangan foto yang sangat panjang.

Dia menulis, "Untuk semua orangtua. Apabila kalian memiliki anak, saya akan memberi tahu kalian sesuatu yang perlu kalian tahu dan mungkin tidak pernah kalian dengar. Dan tolong bagikan kisah ini. Ada tanda bahaya dalam foto yang saya bagikan ini. Apakah kalian melihatnya?"

Dan tanda bahaya itu ternyata adalah mulut Kian yang menganga ketika tertidur. Melody mengklaim menemukan sebuah artikel yang mengaitkan kondisi ADHD dengan masalah tidur dan bernafas dengan mulut.

"Anak-anak tak seharusnya bernafas dengan mulut mereka. Tidak saat terbangun atau tidur, tidak. Bernafas dengan mulut adalah hal yang tidak normal dan memiliki konsekuensi panjang pada kesehatan. Saya ulangi, karena ini sangat penting, TIDAK BERNAPAS DENGAN MULUT SAAT SIANG ATAU MALAM", tulisnya lagi.

Ia lalu menjelaskan saat bernapas dengan mulut, otak dan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Saat malam, kekurangan oksigen ini akan mengakibatkan kualitas tidur yang berkurang serta kemampuan otak untuk beristirahat akan menurun.

Ia juga mengklaim setiap anak yang memiliki masalah ADHD dan memperbaiki pola tidur, akan memperbaikin kondisi mereka 70 persen lebih baik selama enam bulan terapi.

"ADHD terobati. Karena itu bukan ADHD. Ini ada pada anak sebesar 70 persen. Biarkan hal tersebut hilang."

Kian sendiri kemudian didiagnosis memiliki masalah sleep apnea dan sinusitis.

"Kita tidak tahu kalau ternyata Kian mengalami sakit kepala setiap hari, dan ia tidak pernah memberi tahu kami."

Melody lalu melihat perubahan ke arah yang lebih baik setelah Kian menjalani terapi bernapas lewat hidung.

"Kami melihat perbedaan 180 derajat. Tidak ada lagi tantrum. Sangat berubah. Inilah mengapa saya membagikan kisah ini: Tidak ada seorangpun selama 12 tahun saya mengasuh anak, pernah mengatakan hal ini. Semua tandanya ada di sana. Tepat di depan mata kita, tapi saya tidak tahu apa-apa," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suara Ibu Lebih Efektif untuk Membangunkan Anak Dibanding Alarm

Suara Ibu Lebih Efektif untuk Membangunkan Anak Dibanding Alarm

Health | Minggu, 28 Oktober 2018 | 12:00 WIB

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Health | Senin, 03 September 2018 | 12:00 WIB

Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?

Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?

Health | Kamis, 19 Juli 2018 | 10:50 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB